Politik

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal Uang Sogok kepada Mahasiswa UBK di Tengah Isu Kontroversial

Jakarta, Maret.id — Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menyatakan bahwa penjelasan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat dinantikan oleh publik untuk menghentikan spekulasi yang berkembang. Hal ini terpenting mengingat pertemuan tersebut terjadi setelah mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara.

“Iya, dia harus mengklarifikasi bahwa tidak benar (telah) membayar mahasiswa,” cetus Deddy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 23 Juni 2026. Menurutnya, Gibran harus berani jujur, termasuk jika isu tersebut tidak benar. Namun, jika terdapat aliran uang, asal-usul dana tersebut perlu dijelaskan secara transparan.

Deddy menegaskan bahwa penting untuk menghindari tudingan tentang adanya operasi politik atau penggunaan sumber dana yang tidak jelas. “Apakah itu uang operasional Wapres atau uang pribadi? Itu harus jelas supaya tidak ada asumsi liar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gibran menerima 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Istana Wakil Presiden pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan itu berlangsung setelah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Koordinator Aksi yang juga Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi Maludin, sempat menegaskan bahwa gerakan mereka adalah murni tanpa intervensi politik. Namun, sepekan setelahnya, Abdi mengakui adanya aliran dana setelah pertemuan dengan Gibran. Ia menyebutkan bahwa uang yang dijanjikan semula adalah Rp300 juta, tetapi baru menerima 20 persen dari total tersebut.

“Terkait uang itu, memang saya terima 20 persen,” aku Abdi dalam video interogasi internal yang viral di akun Instagram @soalunsrat pada Selasa, 23 Juni 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button