25 Tahun Mengabdi di Pelosok, Bidan Sugiarti Terima Apresiasi dari DPC Ngawi

Jakarta, Maret.id — Tiga bidan di Kabupaten Ngawi menerima penghargaan dari DPC PDI Perjuangan dalam rangka peringatan Hari Bidan Nasional dan Bulan Bung Karno 2026. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Ketiga bidan tersebut berasal dari Kecamatan Karanganyar, Bringin, dan Kendal. Penghargaan dibagi ke dalam tiga kategori: bidan dengan tugas terjauh dan terpencil, bidan dengan masa pengabdian terlama, serta bidan berprestasi.
Penyerahan penghargaan berlangsung dengan kehadiran Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Sekretaris DPC Feligia Agit Hendiadi, dan Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko. Dwi Rianto memberikan penghargaan untuk bidan berprestasi di Puskesmas Bringin.
Feligia Agit Hendiadi menyerahkan penghargaan kepada bidan dengan masa pengabdian terlama yang bertugas di Puskesmas Kendal. Sementara itu, Yuwono Kartiko memberikan penghargaan kepada bidan yang bertugas di wilayah terpencil di Puskesmas Karanganyar.
“Penyerahan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para bidan yang menjadi ujung tombak kesehatan di masyarakat,” kata Dwi Rianto Jatmiko.
Wakil Bupati Ngawi tersebut menekankan pentingnya peran bidan dalam kesehatan masyarakat. Bidan tidak hanya berperan dalam proses kehamilan dan persalinan, tetapi juga dalam mendampingi kesehatan anak-anak dan lansia.
“Kami memberikan penghargaan sebagai bentuk motivasi pengabdian para bidan di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Dwi Rianto juga mengingatkan bahwa penghargaan ini merupakan pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mendukung tenaga kesehatan di daerah terpencil.
Salah satu penerima penghargaan, Sugiarti (50), mengungkapkan rasa terharunya menerima penghargaan setelah hampir 25 tahun mengabdi. “Saya bertugas di Pandean selama hampir 25 tahun. Baru kali ini saya mendapatkan penghargaan. Terharu sekali ternyata ada yang memperhatikan,” tuturnya.
Sugiarti, yang bertugas di Puskesmas Karanganyar, menjelaskan tantangan yang dihadapinya dalam melayani warga di daerah pelosok. “Kalau musim hujan jalannya sulit dilewati pakai motor. Harus jalan kaki. Medannya terpencil,” ungkapnya.
Baginya, kesulitan medan bukan penghalang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.





