Ribuan Perempuan di Gresik Berdoa Peringati Haul ke

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar doa bersama untuk memperingati Haul ke-56 Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Gresik, pada 25 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri ribuan peserta, termasuk pengurus perempuan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Gresik dan Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia.
Beberapa tokoh perempuan dari organisasi kemasyarakatan, seperti Ketua PC Muslimat NU Gresik dan Ketua PD Aisyiyah Gresik, juga meramaikan acara tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa peringatan haul Bung Karno lebih dari sekadar doa. “Yang paling penting bukan hanya mengenang beliau, tetapi bagaimana kita mewarisi perjuangannya dan keberpihakannya kepada masyarakat Indonesia,” ujar Fandi Akhmad Yani.
Bupati Gresik, yang akrab disapa Gus Yani, menyatakan bahwa haul Bung Karno menjadi momentum penting untuk menghidupkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat. “Semoga perjuangan dan jasa Bung Karno bisa kita teruskan bersama-sama untuk rakyat Gresik,” tuturnya.
Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia, menambahkan bahwa acara haul Bung Karno juga bertujuan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dan kemasyarakatan yang diwariskannya.
Susy menekankan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang selalu mengingatkan kader untuk hadir di tengah masyarakat. “Ibu Megawati selalu berpesan, kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar mendengarkan keluh kesah, tetapi hadir memberikan solusi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak Srikandi PDI Perjuangan Gresik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang ditandai dengan arus informasi yang deras.
Susy menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan dan menjaga sejarah bangsa. “Sebagai generasi muda, harus mampu menghadapi segala tantangan yang ada, termasuk menyampaikan sejarah secara utuh. Seperti semboyan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegasnya.





