Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Hancurkan Citra Kampus

Jakarta, Maret.id — Desakan mengenai isu yang mencuat baru-baru ini ditegaskan oleh Juru Bicara Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK), Bung Fadli. Hal ini berangkat dari pengakuan Ketua BEM UBK Muhammad Abdimaludin yang mengklaim mendapatkan bayaran setelah bertemu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden.
Fadli menilai terdapat indikasi kuat bahwa aksi dan narasi negatif yang berkembang tidak berjalan secara alami. Ia berpendapat bahwa ada pihak tertentu yang menggerakkan isu tersebut.
“Kami meminta aparat berwenang mengusut tuntas dugaan aktor intelektual yang secara sengaja menggerakkan aksi maupun menyebarkan narasi yang bertujuan membangun fitnah terhadap Wapres Gibran sekaligus merusak citra UBK,” tegas Bung Fadli.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan suatu hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan tuduhan tanpa bukti.
“Jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi fitnah, hoaks, atau tuduhan yang dapat merugikan individu maupun mencoreng nama baik lembaga pendidikan,” urai Fadli lebih lanjut.
Oleh karena itu, FAM UBK mendesak Korps Bhayangkara untuk bertindak cepat dan objektif agar masalah ini tidak semakin meluas.
Di sisi lain, Fadli juga memberikan peringatan keras kepada alumni agar menahan diri. Ia meminta agar tidak memperkeruh suasana dengan mempolitisasi isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.





