Bellingham Bawa Inggris Berjuang di Piala Dunia Sementara Tuchel Hadapi Masalah Cedera

Jakarta, Maret.id — Di East Rutherford, New Jersey, Inggris meraih kemenangan 2-0 atas Panama dalam laga yang membuktikan kekuatan tim meski tidak spektakuler. Jude Bellingham menjadi pusat perhatian, mencetak satu gol dan memberikan satu assist yang membantu Inggris menduduki posisi teratas Grup L pada Piala Dunia 2026.
Perjalanan Inggris tidak selalu mulus. Sepanjang turnamen, tim yang diasuh oleh Thomas Tuchel ini mengalami beberapa kesulitan. Bellingham, yang menjadi inspirasi bagi tim, juga mencetak gol decisif saat mengalahkan Kroasia 3-2 sebelum laga melawan Panama.
Awal laga melawan Panama terkesan monoton, di mana Inggris kesulitan menembus lini pertahanan lawan. “Sebagai pelatih, saya tahu apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan-pertandingan seperti ini. Tidak masalah jika pertandingan terasa ketat atau sulit,” kata Tuchel, menunjukkan optimisme untuk pertandingan mendatang.
Gol pembuka Inggris tercipta melalui tendangan sudut yang dieksekusi Bukayo Saka. Bellingham menunjukkan kemampuan luar biasanya dengan mencetak gol setelah memanfaatkan peluang dengan sangat baik. Inggris kemudian bermain lebih leluasa dan menambah keunggulan melalui Harry Kane, berkat umpan Bellingham.
“Dampak yang sangat besar dari Bellingham dan Kane. Itulah yang kami butuhkan, itulah yang kami inginkan…,” kata Tuchel mengenai kedua pemainnya setelah pertandingan. Namun, ada kekhawatiran cedera pada Jarell Quansah menjelang laga melawan DR Kongo yang bisa menguras kekuatan tim.
Meskipun keberadaan Bellingham menutupi beberapa kelemahan, Inggris perlu menambah kontribusi dari pemain lainnya untuk mencapai kesuksesan lebih lanjut.
Jude Bellingham terus menunjukkan kualitas luar biasanya, memberikan dampak besar baik dalam menyerang maupun bertahan. “Itulah kualitas Jude Bellingham,” kata manajer Panama, Thomas Christiansen, menyanjung performa sang bintang.
Pada usia yang masih muda, Bellingham telah menunjukkan kepemimpinan dan keahlian teknik yang mengesankan. “Dia senang bisa bermain lagi, dia merasa bebas…,” ujar Tuchel, menggarisbawahi pentingnya peran Bellingham dalam tim.
Namun, performa Morgan Rogers kurang memuaskan di laga ini. Meski Tuchel memilih untuk menurunkannya sebagai starter, kontribusinya tidak maksimal di lapangan. “Mereka bisa bermain bersama. Mereka merupakan ancaman bagi lawan mana pun,” tegas Tuchel meski penampilan Rogers tidak mengesankan.
Harry Kane, meskipun mengalami kesulitan selama pertandingan, berhasil mencetak gol yang mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di Piala Dunia dengan total 11 gol. “Saya bahkan tidak menyadari semua hal ini dan semua rekor tersebut… luar biasa bahwa dia memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor ini,” ungkap Tuchel.
Di garis belakang, keputusan Tuchel untuk mengandalkan Jarell Quansah menghadapi cedera bek kanan menjadi perhatian, mengingat keadaan defensif tim semakin terdesak. “Ini akan menjadi persaingan ketat antara Reece James dan Jarell Quansah,” kata Tuchel, menyikapi situasi menjelang laga mendatang.
Kemenangan ini juga mengamankan posisi Inggris di babak 32 besar, dengan tantangan kian berat di depan, termasuk potensi menghadapi Meksiko atau Brasil. “Kemenangan ini mungkin akan dipandang sebagai hal yang sangat penting,” tutur seorang penggemar sepak bola lokal. Di tengah euforia, harapan untuk melihat tim nasional berprestasi di Piala Dunia 2026 semakin membara.





