Forum Konferensi Republik Dibatalkan oleh Kampus UI

Jakarta, Maret.id — Forum konsolidasi masyarakat sipil terpaksa dialihkan ke format daring setelah pembatalan acara fisik di suatu kafe di Cikini, Jakarta Pusat. Lebih dari 200 peserta dari ratusan organisasi masyarakat sipil berpartisipasi dalam forum tersebut.
Setelah hampir lima jam diskusi, forum tersebut menyepakati tiga mandat penting: sebuah platform bersama, desain pengorganisasian, dan pembentukan pengurus perintis. “Saya sangat bersyukur atas energi yang muncul dalam forum ini,” kata Sudirman Said, Ketua Umum Konferensi Republik.
Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta tetap terjaga meski acara sempat menghadapi beberapa dinamika. “Kalau berkaca pada Konferensi Republik sebelumnya di Yogyakarta, forum ini tidak kalah luar biasa,” tuturnya.
Sudirman juga menekankan bahwa watak forum tetap terjaga, tumbuh dari bawah, kolektif, dan partisipatif. Ia menjelaskan, kegelisahan yang dirasakan di berbagai tempat merupakan alasan tujuh generasi berkumpul untuk membahas isu-isu publik. “Ini untuk mengingatkan bahwa republik ini bukan milik perseorangan,” imbuhnya.
Konsolidasi nasional ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi Republik pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada 30 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan organisasi masyarakat sipil, aktivis, serta akademikus yang menghasilkan sejumlah temuan pokok.
Salah satu temuan tersebut adalah perhatian terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai aspek kehidupan republik. Rencananya, penyelenggaraan Konferensi Republik selanjutnya akan digilir ke beberapa kota yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, dengan sejumlah tokoh yang diharapkan dapat turut berpartisipasi.





