Prabowo Tambah Anggaran Rp4 Triliun untuk Riset Nasional

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penguatan ekosistem penelitian nasional. Hal ini diwujudkan dengan arahan untuk menambah anggaran riset sebesar Rp4 triliun yang ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan strategis.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa arahan tersebut disampaikan selama pertemuan di Istana. Dia menjelaskan, langkah ini merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kapasitas riset nasional agar dapat menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Di pertemuan yang sebelumnya, waktu di Istana, (Presiden Prabowo) sudah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita, sampai di angka Rp4 triliun,” ujar Prasetyo. Tindak lanjut arahan tersebut dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN.
Kolaborasi ini bertujuan menyatukan berbagai program penelitian yang ada agar mempunyai arah dan dukungan yang sama. “Sekarang dipimpin oleh Prof. Arief Satria, untuk menyatukan semua riset kita,” tuturnya.
Pemerintah juga telah menyusun peta jalan riset nasional. Peta jalan ini dijadikan pedoman utama dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, dengan harapan semua riset berada dalam satu kerangka besar pembangunan nasional.
“Jadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design,” tegas Prasetyo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengharapkan agar hasil riset tidak sekadar capaian akademik, tetapi juga memberi manfaat konkret dalam menjawab tantangan masyarakat. Fokus riset akan diarahkan pada isu-isu strategis seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, dan pengembangan energi alternatif.
“Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi,” lanjut Prasetyo. Dia memberikan contoh riset tentang sampah, riset energi, serta peralihan dari LPG menuju CNG sebagai fokus yang diharapkan mampu mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat.





