Ibu Rumah Tangga Novita Hardini Tegaskan Marhaenisme di Politik PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Novita Hardini, anggota DPR RI, mengungkapkan bahwa pemikiran Bung Karno menjadi inspirasi dalam menjalani karier politiknya. Dari seorang ibu rumah tangga, ia kini mewakili aspirasi rakyat di legislatif.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Soekarno Talk-In bertema “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z”, yang berlangsung di Wisma Perjuangan Magetan, Minggu lalu. Acara tersebut diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan.
Novita bercerita tentang perjalanan hidupnya yang dimulai dari kehidupan sederhana. Ia menghabiskan waktu mengurus rumah tangga dan merawat anak, serta mengamati berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya perempuan.
“Pengalaman itu mengantar saya memasuki ruang-ruang pengabdian,” tuturnya. Kini, ia dipercaya untuk duduk di DPR RI.
Ia menekankan pentingnya kualitas perempuan dalam kemajuan bangsa. Mengacu pada pemikiran Bung Karno, Novita menegaskan bahwa perempuan yang terdidik adalah salah satu indikator kemajuan suatu bangsa.
Belum lama ini, Novita menerima penghargaan sebagai Young Leader in Public & Social Impact di Indonesia Leading Women Award 2026. Ia menegaskan bahwa Marhaenisme tetap relevan di era digital saat ini.
Makna Marhaen, menurutnya, telah berkembang. “Marhaenisme hari ini adalah keberanian untuk berpihak,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton dalam sejarah bangsanya, tetapi juga aktif dalam menciptakan perubahan.
Ia menyoroti pentingnya generasi Z untuk menjadi “the new revolutionary.” Menurut Novita, generasi ini harus menghadirkan solusi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Semangat perjuangan Bung Karno harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya narasi di ruang digital,” imbuhnya.
Ia berharap acara tersebut bisa menjadi titik balik bagi generasi muda untuk berperan dalam memerdekakan Indonesia dengan karya dan gagasan. “Kini saatnya Gen Z melanjutkan api perjuangan Bung Karno untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.





