Politik

PDIP: Kepala Kerbau yang Diinjak Jokowi Jadi Simbol Keterpurukan

Jakarta, Maret.id — Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa anggapan bahwa kepala yang diinjak oleh Presiden Joko Widodo merupakan kepala banteng adalah tidak akurat.

Ia menegaskan bahwa banteng merupakan satwa yang dilindungi, sehingga tidak mungkin dijadikan hewan kurban atau bagian dari ritual adat.

“Pendukung Jokowi sedang berhalusinasi jika menganggap yang diinjak itu adalah kepala banteng, padahal sebenarnya adalah kepala kerbau,” ujar Guntur.

Ia menambahkan bahwa kerbau adalah hewan ternak yang berbeda dari banteng yang dilindungi.

Guntur juga menyebut bahwa kepala kerbau tersebut lebih tepat dimaknai sebagai simbol dari para pendukung Jokowi yang disebutnya sebagai “Termul” atau Ternak Mulyono.

“Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai oleh perilaku raja,” tegasnya.

Dengan penjelasan ini, Guntur berupaya mengklarifikasi makna simbolis di balik peristiwa tersebut, menekankan perbedaan antara kerbau dan banteng dalam konteks budaya dan hukum.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button