Politik

Gibran Ajak Santri Kuasai Keterampilan Wirausaha demi Bonus Demografi

Jakarta, Maret.id — Di hadapan ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren Gadingmangu Perak, Wapres Gibran Rakabuming Raka mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi.

Gibran menekankan pentingnya penguatan karakter, wawasan, kemandirian, dan keterampilan kewirausahaan. Kegiatan ini sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pembinaan generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal,” kata Gibran. “Mereka juga perlu dilengkapi dengan karakter, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan untuk memanfaatkan potensi bonus demografi yang puncaknya akan terjadi antara 2030 hingga 2045,” tutur Wapres.

Ia juga berdialog dengan salah satu peserta di Pondok Pesantren Wali Barokah terkait Al Qomar Bakery, yang berfungsi sebagai sarana pemberdayaan kewirausahaan. Gibran menggambarkan perkembangan usaha tersebut yang kini memiliki puluhan varian produk dan aktif melakukan pemasaran lewat media digital.

“Al Qomar Bakery memiliki 40 varian produk, kan? Sangat menarik,” tanya Gibran kepada pemilik usaha, Uswatun Hasanah. Uswatun menjelaskan bahwa usaha ini bermula dari bantuan Kementerian Perindustrian dan dikembangkan untuk melatih kemandirian ekonomi santri.

“Ini berawal dari bantuan Kementerian Perindustrian dan kami terus kembangkan untuk membangun kemandirian santri,” imbuh Uswatun. Wapres berharap model pembinaan seperti ini bisa diterapkan di banyak pondok pesantren.

“Model ini sangat baik dan saya harap bisa diadopsi di pondok pesantren lain,” tambahnya. Gibran juga menyerukan kepada seluruh peserta untuk menjaga persatuan dan memperkuat toleransi dalam pembangunan bangsa.

“Kita perlu menjaga persatuan, perdamaian, dan nilai-nilai toleransi yang menjadi fondasi bangsa,” pesan Gibran. Ia menegaskan pentingnya generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bisa memecah belah negara.

“Jangan mudah terprovokasi dan terpengaruh oleh kabar bohong. Kita harus saling menguatkan dan menjaga persatuan,” tegas Wapres. Dalam kegiatan ini, Gibran didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang, Warsubi, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button