Olahraga

Perayaan Casemiro saat melawan Jepang buat publik bertanya

Jakarta, Maret.id — Casemiro mencuri perhatian dengan perayaan gol pertamanya saat Brasil mengalahkan Jepang 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Senin malam. Gelandang ini menggabungkan gerakan hati yang populer dengan gerakan “enam-tujuh”.

Gerakan hati tersebut merupakan simbol kasih sayang yang berasal dari budaya K-Pop. Dengan menyilangkan ibu jari dan jari telunjuk, Casemiro mengekspresikan kegembiraannya kepada para penggemar. Gerakan ini telah diadopsi oleh banyak atlet dan selebriti di seluruh dunia.

Istilah “enam dan tujuh” itself menjadi terkenal melalui lagu rap “Dot Dot (6 7)” oleh rapper Amerika, Skrillex. Pergerakan ini menjadi viral berkat banyaknya video di media sosial, terutama dari pemain basket Lamelo Ball yang memiliki tinggi 6 kaki 7 inci, yang kemudian menyebar luas di TikTok.

Sebuah video yang menampilkan Maverick Trevellan, dijuluki “Anak Laki-Laki Enam-Tujuh”, membuat gerakan ini semakin populer setelah ia berteriak “enam-tujuh” sambil menggerakkan tangannya. Sejak saat itu, isyarat ini menjadi bagian dari fenomena media sosial.

Casemiro menekankan bahwa perayaan ini tidak dimaksudkan untuk memprovokasi lawan. “Semua selebrasi saya direncanakan dan diputuskan oleh putra saya… Dia yang mengusulkan ide ‘selebrasi 6-7’,” kata Casemiro dalam wawancaranya dengan situs resmi Manchester United.

Perayaan kreatif Casemiro ini menunjukkan bagaimana olahraga dan budaya populer bersatu. Dukungan dari anaknya memberikan sentuhan personal terhadap aksi di lapangan, sekaligus menambah daya tarik dalam pertandingan.

Melihat momen ini, komentator olahraga lokal, Andi Sutono, memberikan pandangannya. “Perayaan Casemiro adalah contoh bagus bagaimana budaya dan olahraga saling terhubung. Ini menghibur dan membawa semangat positif bagi penggemar sepak bola di Indonesia,” kata Andi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button