Jerman alami sejarah pahit di Piala Dunia vs Paraguay

Jakarta, Maret.id — Tim nasional Jerman mengalami momen pahit di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Paraguay. Dalam pertandingan yang berlangsung tertutup, mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencatatkan lebih banyak umpan sukses di babak pertama namun tetap tertinggal di papan skor.
Menurut data dari penyedia statistik Opta, Jerman menghasilkan 253 umpan sukses lebih banyak dibandingkan Paraguay, namun tertinggal 0-1 hingga turun minum. Di babak pertama, Jerman mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan Paraguay yang solid.
Puncaknya terjadi pada menit ke-42 saat Julio Enciso dari Racing Strasbourg menyundul bola ke gawang, menjadikan Paraguay unggul. “Kami berusaha keras, tetapi kami tidak dapat menemukan celah di pertahanan mereka.” kata Manuel Neuer, Kapten Jerman.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, membuat keputusan kontroversial dengan menurunkan Deniz Undav sebagai starter menggantikan Jamal Musiala. Nagelsmann berargumen bahwa perubahan ini diperlukan untuk meningkatkan kehadiran di lini depan. “Kami kehilangan banyak bola karena tidak ada penyerang kedua yang cukup kuat.” kata Nagelsmann.
Setelah babak pertama yang mengecewakan, Jerman kembali dengan semangat baru. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-54, dan skor 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal. Sayangnya, gol Jonathan Tah pada babak perpanjangan waktu harus dianulir oleh VAR, memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Dalam adu penalti, Paraguay menunjukkan ketenangan yang lebih baik dan berhasil mengambil alih kesempatan emas itu. “Kami sangat bangga bisa melawan tim besar seperti Jerman dan menunjukkan kekuatan kami.” ujar Julio Enciso, pencetak gol Paraguay.
Reaksi dari penggemar sepak bola di Indonesia sangat beragam. Banyak yang merasa kecewa dengan performa tim Jerman, namun sebagian berharap agar tim kembali bangkit di masa mendatang. “Jerman harus belajar dari kekalahan ini dan bangkit untuk turnamen selanjutnya,” ujar Farhan, seorang penggemar bola asal Jakarta.





