Politik

Jokowi Tegaskan Fokus pada Kerja Sama, Bukan Konflik dengan PDIP

Jakarta, Maret.id — Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat Lampung, kepala dan tanduk kerbau merupakan simbol sakral. Simbol ini melambangkan kemakmuran, kekuatan, status sosial, serta penghormatan kepada leluhur.

Menurutnya, kepala kerbau menjadi bagian penting dalam prosesi pemberian gelar adat. Hal ini berfungsi sebagai legitimasi kedudukan seorang penyimbang atau pemimpin adat. “Jokowi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari prosesi pemberian gelar adat Lampung. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan sifat buruk dan menunjukkan kesiapan mengayomi masyarakat di bawah naungan adat,” tuturnya M. Jamiluddin Ritonga.

Ia menegaskan bahwa tindakan Jokowi menginjak kepala kerbau semata-mata mengikuti tahapan ritual adat Lampung. “Jadi, Jokowi menginjak kepala kerbau tidak berkaitan dengan perseteruannya dengan PDIP. Bahkan, jauh dari keinginan Jokowi untuk membuka perang terbuka dengan PDIP,” imbuhnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button