Politik

Festival Jaranan Se

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Trenggalek akan menjadi tuan rumah Festival Jaranan se-Indonesia pada Agustus 2026. Agenda ini dinilai oleh Ketua DPRD Doding Rahmadi sebagai momentum penting untuk pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata daerah.

Doding mengungkapkan hal tersebut saat membuka pagelaran kesenian Jaranan Senterewe Kuda Manggala di Desa Nglancor, Kecamatan Gandusari, yang digelar pada Rabu (1/7/2026). Pertunjukan ini menyedot perhatian ribuan warga dan menampilkan seniman jaranan khas Trenggalek.

“Doding menjelaskan, Trenggalek memiliki kekayaan budaya yang perlu dijaga, salah satunya melalui pengembangan kesenian jaranan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan DPRD berkomitmen untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni,” kata Doding.

“Trenggalek kaya akan budaya, salah satunya kesenian jaranan. Sudah menjadi kewajiban wakil rakyat dan Pemkab Trenggalek untuk terus mewadahi bakat para seniman dalam kesenian jaranan. Mudah-mudahan lestari sepanjang masa,” imbuh Doding, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek.

Dia menambahkan bahwa perkembangan kesenian jaranan telah menunjukkan tren positif, terutama setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Kini, semakin banyak generasi muda yang terlibat baik sebagai pemain maupun pelaku seni.

“Doding optimistis bahwa Festival Jaranan se-Indonesia akan menghadirkan kelompok-kelompok kesenian dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Trenggalek,” tuturnya.

Dia berharap festival tersebut bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga dapat menggerakkan sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat. “Harapannya, agenda perdana ini bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” tutup Doding.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button