Politik

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) beserta perangkat pendukung seperti laptop dan hard disk eksternal.

Selain itu, terdapat 8.265 satuan pendidikan yang mendapatkan dukungan internet, 2.389 yang menerima bantuan listrik, dan 33.156 guru serta tenaga kependidikan yang telah mengikuti pelatihan. “Program ini telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Pada tahun 2026, pemerintah akan terus melanjutkan proses pengadaan PID sambil mendampingi sekolah dan menyusun materi pembelajaran digital. “Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik. Dari sisi pemahaman materi, 98 persen siswa mengaku memahami materi yang diajarkan,” tegas Qodari, menyampaikan hasil evaluasi dari Kemendikdasmen terkait implementasi program ini.

Ia menambahkan bahwa mayoritas guru kini mulai menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif. Perubahan tersebut turut mendorong meningkatnya partisipasi siswa di dalam kelas. Pemerintah juga memastikan bahwa pemerataan manfaat digitalisasi tetap menjadi prioritas, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 29 Juni 2026, program digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T telah menjangkau 13.838 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan sepanjang tahun 2025. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan listrik bagi 49 SMP, layanan internet untuk 4.316 sekolah, serta 30.285 unit laptop dan hard disk bagi sekolah penerima manfaat.

“Meski demikian, kami menyadari bahwa kesetaraan dengan wilayah perkotaan belum sepenuhnya tercapai,” imbuh Qodari. Dalam hal ini, pemerintah berkomitmen agar arah digitalisasi pembelajaran pada 2026 tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah perangkat PID, tetapi juga memperkuat infrastruktur listrik dan internet.

Selain itu, pemerintah akan terus meningkatkan pelatihan guru, mengembangkan konten digital, mengintegrasikan platform Rumah Pendidikan dan Learning Management System (LMS), serta memperkuat pendampingan pemanfaatan perangkat secara langsung di sekolah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button