Politik

Kesultanan Sumatera Utara sebagai Penjaga Nilai Budaya

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan pentingnya keberadaan Kesultanan di Sumatera Utara. Menurutnya, Kesultanan tidak hanya memiliki nilai historis tetapi juga relevan dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya Melayu.

“Saya melihat Kesultanan bukan hanya sebagai penjaga sejarah, tetapi juga penjaga nilai, penjaga persatuan, dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujar AHY. Dalam sebuah keterangan tertulis, ia mengapresiasi peran Kesultanan dalam mengelola masjid bersejarah dan kegiatan sosial keagamaan yang masih berlangsung.

AHY juga menekankan bahwa pemerintah akan mendorong sinergi antara Kesultanan, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara (BUMN). “Kami berkomitmen agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi lebih lanjut terkait pengembangan sarana pendidikan keagamaan dan fasilitas sosial. “Bagi kami, pembangunan bukan hanya membangun infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus memperkuat nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” tegas AHY.

Dalam forum silaturahmi tersebut, turut hadir Tengku Zainul Abiddin dari Kesultanan Kualuh Leidong, Tuanku Tengku Ahmad Thala’a dari Kesultanan Serdang, dan Tengku Faradiba dari Kesultanan Bilah. Juga hadir pemimpin dari Kesultanan lainnya termasuk Tengku David Syah dari Kesultanan Panai dan Irwansyah Lubis.

Acara ini mencerminkan komitmen yang mendalam untuk menjaga dan memajukan warisan budaya serta nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button