Politik

Muktamar NU Diharapkan Atasi Tantangan Organisasi Modern

Jakarta, Maret.id — Akademisi NU, Zainul Maarif, mengemukakan pandangannya dalam sebuah Halaqah Pra Muktamar bertajuk “Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?” yang berlangsung di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.

Zainul menekankan perlunya pemikiran kritis terhadap legacy kepemimpinan NU ke depan. “Salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah sebenarnya legacy selanjutnya apa?” ujar Zainul.

Ia menggarisbawahi pentingnya pembahasan masa depan NU yang melampaui urusan kepengurusan. Hal ini menyangkut peran ulama dalam memperkuat organisasi.

Zainul berharap NU dapat terus menjadi wadah bagi lahirnya para ilmuwan berkompetensi tinggi yang bisa memberikan kontribusi bagi bangsa. “Nah kalau ulama itu adalah ilmuwan seharusnya sampai taraf itu di mana NU selanjutnya adalah ladang yang di situ Indonesia akan menuai para ilmuwan yang sangat kompeten sangat banyak dan itu sudah dimulai sejak minimal sejak zaman Kyai Said Aqil Siradj,” tutur Zainul.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah narasumber lain, termasuk Ketua PBNU Savic Ali, Wasekjen PP ISNU Amin Mudzakir, dan Pengurus LD PBNU Achmad Ikrom.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button