Politik

Kirab Pusaka Ngawi ke

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Ngawi melaksanakan kirab pusaka dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke-668. Acara ini menandai pengenalan pusaka baru, Kanjeng Kiai Parikesit, sebagai salah satu pusaka utama daerah.

Sebelum kirab berlangsung, seluruh pusaka menjalani prosesi jamasan pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Proses ini merupakan tradisi yang dilakukan menjelang peringatan hari jadi wilayah tersebut.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan jamasan pusaka merupakan kegiatan rutin. Namun, tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran pusaka baru yang menjadi simbol kepemimpinan daerah.

“Tahun ini kami ingin menambah piyandel ageng Kabupaten Ngawi sebagai peninggalan bagi setiap kepala daerah dari waktu ke waktu. Pusaka ini kami beri nama Kanjeng Kiai Parikesit,” ujar Bupati Ony.

Nama Parikesit diambil dari tokoh pewayangan yang dikenal sebagai putra Abimanyu dan cucu Arjuna. Dalam bahasa Sanskerta, Parikesit berarti “sang pencari”, yang mencerminkan sosok inovator dalam memecahkan persoalan.

“Filosofi Parikesit adalah inovasi. Harapannya, Kabupaten Ngawi mampu melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Bupati Ony turut mencatat bahwa Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga merupakan awal dari fase pembangunan Semesta Berencana Jilid Dua. Pemerintah daerah menekankan pembangunan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.

“Melalui strategi dan inovasi, kami berharap masyarakat Ngawi memiliki etos kerja dan daya saing yang tinggi, sehingga mampu berdiri dengan kekuatan sendiri,” imbuhnya.

Kirab pusaka, menurut Bupati Ony, bukan hanya sekadar tradisi budaya, melainkan juga pendekatan edukatif bagi masyarakat mengenai sejarah dan warisan budaya Kabupaten Ngawi.

Tahun ini, rute kirab dibuat lebih sederhana, mengelilingi kawasan pusat pemerintahan sebagai penyesuaian terhadap efisiensi anggaran.

“Yang terpenting adalah masyarakat mengetahui bahwa Ngawi memiliki pusaka bersejarah dan kini ditambah dengan Kanjeng Kiai Parikesit beserta filosofinya,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button