Politik

Beda Kelas Gus Nur-Bambang Tri dan Eggi Sudjana

Jakarta, Maret.id — Sastrawan politik Ahmad Khozinudin menilai bahwa meskipun mengalami penahanan, jiwa Gus Nur dan Bambang Tri tetap merdeka. “Keduanya memang terpenjara badannya. Tapi jiwanya merdeka, tak mengubah keyakinan meskipun dengan ancaman maupun iming-iming,” tuturnya.

Khozinudin menjelaskan bahwa keduanya telah berhasil melewati ujian penjara. Ia mencatat, “Hari ini, keduanya sudah keluar dari penjara. Keduanya, langsung diterima masyarakat bahkan dianggap pahlawan dalam kasus ijazah palsu Jokowi.”

Sementara itu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis memilih untuk tidak lagi mempermasalahkan ijazah Jokowi. “Padahal, dulu keduanya paling keras mengatakan ijazah Jokowi palsu, menggugat Jokowi di pengadilan,” kata Khozinudin.

Kedua tokoh tersebut kini telah mendapatkan SKP-3, sehingga lepas dari ancaman penjara. Namun, situasi ini tampaknya tidak memberikan kebahagiaan bagi mereka. “Saat ini, keduanya ‘dipenjara’ oleh teman-teman perjuangan juga kaumnya yang dulu membanggakannya sebagai pahlawan,” imbuh Khozinudin.

Tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh Eggi dan Damai kini dianggap tidak memiliki makna. “Hingga tulisan mutiara Jumat yang berisi kalam illahi dan hadis nabi, tidak lagi memiliki arti,” tegasnya.

Khozinudin lebih lanjut menjelaskan bahwa tidak ada lagi forum diskusi atau demonstrasi yang melibatkan keduanya sebagai pembicara. “Mereka telah merobohkan panggung mereka sendiri di hadapan umat. Mereka, yang menghapus jejak kepahlawanan dan menjauhkan umat dari mereka,” pungkas Khozinudin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button