Politik

AI dan Algoritma Media Sosial dalam Pelestarian Budaya Lokal

Jakarta, Maret.id — Adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), algoritma media sosial, dan pola konsumsi informasi yang berubah menjadi isu krusial bagi keberlangsungan budaya lokal di Indonesia.

Isu ini menjadi fokus utama dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026 bertema “Strategi Komunikasi dan Tantangan Ketahanan Budaya Lokal di Ruang Digital” yang diselenggarakan oleh Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Jakarta.

Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini, menekankan bahwa transformasi digital tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi budaya lokal. “Melainkan sebagai momentum untuk memperluas eksistensi dan daya saing budaya Indonesia di tingkat global,” kata Prima.

Lebih lanjut, Dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Eli Jamilah Miharja, menyatakan bahwa perkembangan teknologi harus dipahami dari perspektif sosial dan budaya. “Transformasi digital tidak hanya mengubah teknologi yang digunakan, tetapi juga cara membangun relasi sosial, memahami budaya, dan membentuk identitas,” ujar Eli.

Dia mengingatkan bahwa pentingnya pendekatan akademik melalui riset agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab. “Tanpa mengikis nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa,” tegasnya.

Kegiatan ini menandai langkah penting dalam membahas dampak digitalisasi terhadap kebudayaan lokal, dengan harapan menghasilkan strategi yang efektif untuk pelestarian budaya di tengah arus teknologi global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button