Pelayat Ali Khamenei melempar foto Trump, memanas ketegangan regional dan pasar minyak!

Jakarta, Maret.id — Puluhan pelayat di Teheran melempari batu ke arah reklame yang menampilkan foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Senin (6 Juli 2026).
Video rekaman yang beredar menunjukkan kerumunan mengambil batu dari jalanan lalu melemparkannya ke papan reklame yang tergantung di sebuah jembatan, sementara sejumlah peserta membawa bendera Iran dan spanduk berwarna merah bertuliskan “balas dendam”.
Beberapa spanduk lain dilaporkan bertuliskan ancaman terhadap Trump beserta klaim hadiah uang, disertai teriakan “Haider, Haider!” dari massa yang hadir di lokasi.
Kemarahan Massa di Tengah Prosesi
Teriakan “Haider” mengacu pada nama yang dalam tradisi Syiah dikaitkan dengan Imam Ali dan dibaca sebagai simbol kemarahan serta panggilan untuk pembalasan.
Aksi melempari batu menjadi salah satu ekspresi kemarahan yang terlihat selama prosesi, yang juga diwarnai oleh kehadiran spanduk dan slogan-slogan keras dari pelayat.
Jadwal Pemakaman dan Lokasi Acara
Upacara perpisahan untuk Ali Khamenei dimulai pada Sabtu (4 Juli 2026) dan dijadwalkan berlanjut di berbagai kota di Iran serta di Irak hingga 9 Juli 2026.
Hari ini prosesi dijadwalkan berpindah ke kota suci Qom sebelum berakhir di Mashhad, di mana jenazah diperkirakan akan dimakamkan di kompleks makam Imam Reza pada 9 Juli.
Delegasi Internasional dan Akomodasi
Otoritas Iran menyatakan bahwa delegasi resmi dan tokoh agama dari lebih dari 90 negara diperkirakan hadir, termasuk Sayap delegasi dari Pakistan serta perwakilan senior dari Rusia, Tiongkok, India, dan Irak.
Untuk mengantisipasi kedatangan pelayat dalam jumlah besar, pemerintah setempat mengubah masjid, taman, dan stadion menjadi tempat akomodasi sementara serta mendirikan kamp-kamp untuk pengunjung.
Latar Belakang Insiden dan Suksesi
Kematian Ayatollah Ali Khamenei terjadi setelah serangan gabungan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026, yang juga menewaskan beberapa anggota keluarga dekatnya.
Beberapa pekan setelah kejadian tersebut, putranya, Mojtaba Khamenei, diumumkan sebagai pengganti oleh pihak berwenang, langkah yang memicu reaksi kuat di dalam negeri dan berpotensi memengaruhi peta politik regional.
Aksi protes dan simbol-simbol permusuhan terhadap figur-figur luar negeri pada prosesi pemakaman ini menjadi sorotan karena berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik antarnegara.
Pihak berwenang Iran sampai saat ini terus memantau situasi sekaligus menyelenggarakan pengamanan dan layanan publik untuk memastikan prosesi berjalan sesuai jadwal hingga pemakaman terakhir pada 9 Juli 2026.





