AI Menjadi Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Politik Indonesia

Jakarta, Maret.id — Webinar tentang peran kecerdasan buatan (AI) dalam masyarakat modern dibuka oleh Dr. Prima Mulyasari Agustini, Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.
Communication Specialist Hany Nurahmawati, sebagai pembicara di acara tersebut, menyatakan bahwa keberadaan internet dan media sosial telah mengubah pola interaksi manusia menjadi lebih kompleks.
Hany membahas tema “Post Human Rituals, How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning”. Ia menegaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, melampaui sekadar media sosial.
“Misalnya, kebijakan di Prancis memperbolehkan penggunaan AI dalam kuliah, tetapi tidak boleh diprint,” kata Hany.
Ia mencatat bahwa saat ini, masyarakat cenderung mengandalkan aplikasi seperti Meta, Gemini, dan Siri, alih-alih mencari informasi melalui Google Search.
“Contohnya, ketika mengalami kaki kram, individu langsung membuka Meta untuk mencari tahu penyebabnya. Sekarang, pertanyaan yang tidak diketahui bisa dijawab secara instan oleh AI atau ChatGPT,” urainya lebih lanjut.
Hany juga mencatat bahwa AI kini digunakan dalam berbagai acara, termasuk sebagai CEO Robot dan AI streamer. Bahkan, AI telah menjadi influencer dan bintang di Asia Timur.
“AI semakin berkembang dan merasuki kehidupan sehari-hari. Ini bukan hanya dalam industri film dan musik, tetapi juga dalam branding,” tuturnya.
Pembicara lain, Bambang Sukma Wijaya, mengajak peserta webinar untuk memahami media sosial dan struktur informasi dengan lebih baik. Ia menekankan pentingnya sikap kritis terhadap informasi yang beredar.
“Harus tetap hati-hati dan waspada terhadap setiap informasi di media sosial,” pungkasnya.





