Politik

Megawati Ajak Timor Leste Hadapi Tantangan Geopolitik

Jakarta, Maret.id — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan kuliah kepresidenan berjudul “Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama” di Dili, Timor-Leste, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Dalam acara tersebut, Megawati mengungkapkan bahwa luka sejarah antara Indonesia dan Timor-Leste kini telah berkembang menjadi ikatan persaudaraan. “Hubungan erat ini didukung oleh keberanian moral kedua negara yang ditakdirkan hidup berdampingan sebagai tetangga,” ujar Megawati.

Megawati juga mengingat momen penting yang terjadi 24 tahun silam, saat ia hadir dalam upacara restorasi kemerdekaan Timor-Leste pada malam 20 Mei 2002. Ia membagikan pengalaman emosional saat melihat bendera Merah Putih diturunkan, yang memiliki nilai sentimental kuat karena dijahit oleh ibunya, Ibu Fatmawati.

“Peristiwa itu bukanlah tragedi perpisahan. Malam itu menjadi saksi lahirnya Timor-Leste sebagai saudara Indonesia. Itulah makna rekonsiliasi sejati,” tegas Megawati.

Dalam kuliahnya, ia juga menyoroti beberapa isu penting yang harus menjadi perhatian kedua negara. Salah satunya adalah peran kepemimpinan perempuan. Megawati mendorong perempuan Timor-Leste untuk berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa konstitusi menjamin kesetaraan hak hukum bagi semua.

“Tuhan memberikan kekuatan biologis dan mental yang luar biasa kepada perempuan. Perempuan tidak hanya melahirkan anak manusia, tetapi juga melahirkan dan membesarkan bangsa,” imbuh Megawati.

Megawati juga mengingatkan tentang pentingnya merancang peraturan hukum yang ketat terkait penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI). Ia berbagi pengalaman buruk yang dialaminya akibat penyalahgunaan teknologi tersebut di Indonesia.

Dalam konteks ekonomi, Megawati menawarkan kerja sama riset antara Indonesia dan Timor-Leste untuk membangun kawasan pertumbuhan ekonomi bersama di Nusa Tenggara Timur, Dili, dan Papua.

Ia juga mengusulkan program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan antara PDI Perjuangan dan partai politik di Timor-Leste. “Sejarah tidak membuka jendelanya selamanya, saya titipkan pesan ini kepada generasi muda agar hubungan kita tidak hanya menjadi kenangan masa lalu,” sambung Megawati.

Megawati mendorong penguatan hubungan persaudaraan melalui penyelesaian perjanjian perbatasan yang adil, pertukaran mahasiswa, dan kerja sama di kerangka ASEAN.

“Dari Dili, marilah kita sampaikan kepada dunia bahwa meskipun kita kini sebagai dua negara, kita disatukan oleh cita-cita bersama untuk membangun peradaban yang lebih baik,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button