Prabowo Kritik Neoliberalisme dan Dorong Ekonomi Kerakyatan

Jakarta, Maret.id — Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, mengkritik dominasi ekonomi neoliberalisme di Indonesia pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79. “Kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh faham ekonomi Neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan UUD 1945,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa negara telah berusaha lama untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke gagasan para pendiri bangsa. “Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita yaitu ekonomi kekeluargaan,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan pentingnya sistem ekonomi yang inklusif, di mana semua unsur masyarakat berperan. Namun, ia juga mencatat adanya kesalahan dari elite masa lalu yang mengagungkan sistem ekonomi Barat.
Presiden menilai, pengalaman selama tiga dekade terakhir menunjukkan bahwa kapitalisme dan neoliberalisme tidak menjadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat. “Ternyata, setelah tiga dasawarsa kita melihat tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa faham kapitalisme, neoliberal tidak akan berhasil,” ungkapnya.
Pernyataan Prabowo ini mencerminkan kritik mendalam terhadap pendekatan ekonomi yang saat ini berlaku.





