AS hantam Iran, serangan udara beruntun targetkan drone dan rudal, minyak melejit!

Jakarta, Maret.id — Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan udara ke wilayah Iran pada Senin (13/7/2026) sore waktu setempat, menurut pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM).
CENTCOM menyebut operasi itu merupakan rangkaian serangan malam yang dilancarkan untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir.
Serangan dan sasaran
Menurut pernyataan CENTCOM, serangan dimulai sekitar pukul 16.45 waktu timur dan menargetkan sejumlah aset militer Iran.
Sumber pejabat AS yang dikutip menyebut fokus penyerangan diarahkan pada sistem pengawasan pantai, fasilitas pesawat tanpa awak (drone), serta pangkalan yang terkait dengan kemampuan rudal Teheran.
Arah komando dan pernyataan resmi
CENTCOM menyatakan operasi ini dilaksanakan atas instruksi pimpinan tertinggi di pihak AS, tanpa merinci nama perintah secara publik.
Gedung Putih, melalui pernyataan pejabatnya, memberikan sinyal bahwa Washington mempertahankan tekanan militer terhadap Iran sebagai bagian dari respons berkelanjutan terhadap ancaman yang dinilai ada.
Dampak langsung dan laporan kerusakan
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau total kerugian material yang diderita pihak Iran akibat serangan tersebut.
Pejabat militer AS mengatakan evaluasi dampak masih berlangsung dan informasi lebih rinci akan diumumkan setelah verifikasi di lapangan.
Reaksi dan kekhawatiran terhadap eskalasi terus meningkat di kalangan pengamat internasional, yang memantau perkembangan setiap serangan balasan atau langkah diplomatik berikutnya.
Sejumlah negara dan organisasi internasional sebelumnya telah menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri untuk mencegah perluasan konflik di kawasan.
Latar belakang serangkaian serangan udara ini berkaitan dengan ketegangan yang sudah berlangsung beberapa waktu antara Washington dan Teheran, termasuk insiden-insiden yang diklaim mengancam kapal dagang dan pasukan sekutu.
Analis keamanan menilai bahwa tindakan berulang dari kedua pihak berpotensi meningkatkan risiko kesalahan perhitungan yang dapat memperburuk stabilitas regional.
Komando Pusat AS dan pejabat terkait menegaskan akan terus menginformasikan perkembangan lebih lanjut secara bertahap.
Sementara itu, komunitas internasional diperkirakan akan meningkatkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas antara kekuatan-kekuatan di kawasan.





