Puluhan tenaga kesehatan mogok di Pusat Pengobatan Ebola Kongo, respons darurat memanas!

Jakarta, Maret.id — Puluhan tenaga kesehatan di Pusat Pengobatan Ebola (ETC) di provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, melakukan aksi mogok pada Senin (13/7/2026) menyusul keluhan belum dibayarnya upah sejak wabah terdeteksi pada Mei lalu.
Pemogokan dan Kondisi Fasilitas
Rekaman yang beredar memperlihatkan para petugas berkumpul di sekitar api unggun di luar kompleks Rumah Sakit Umum Rwampara dengan pagar yang menghalangi akses masuk. Komplek perawatan terlihat kosong karena sebagian besar staf garda terdepan menolak bekerja hingga tuntutan pembayaran dipenuhi.
Alasan Aksi
Para pekerja menyatakan mereka telah menjalankan tugas berat tanpa kompensasi, termasuk merawat pasien dan menangani jenazah pasien yang dinyatakan positif Ebola. Dalam pernyataan lisan, beberapa anggota tim pencegahan dan pengendalian infeksi menegaskan bahwa kelalaian pembayaran mengancam keberlangsungan operasi layanan kesehatan darurat.
Dampak pada Pasien dan Keluarga
Akibat pemogokan, sejumlah pasien di dalam fasilitas dilaporkan menerima sedikit atau bahkan tanpa perawatan medis yang memadai. Keluarga pasien terpaksa memanjat pagar untuk menjenguk sanak saudara yang dirawat, sementara banyak di antara mereka menyampaikan rasa frustrasi dan kekhawatiran atas keselamatan anggota keluarga.
Kesaksian Tenaga Kesehatan dan Keluarga
Seorang pekerja kebersihan menggambarkan kondisi sulit yang mereka alami setelah bekerja berhari-hari tanpa bayaran, termasuk risiko paparan langsung dan beban emosional. Seorang pengunjung yang hendak menjenguk anak dan cucunya menyatakan kecewa karena telah mengeluarkan biaya transportasi namun gagal bertemu orang terkasih.
Tanggapan Pemerintah Lokal
Pihak berwenang setempat menyatakan sedang melakukan verifikasi identitas para pekerja garda terdepan untuk memastikan bahwa pembayaran dialokasikan kepada staf yang berhak. Proses verifikasi ini disebut sebagai langkah awal sebelum pencairan gaji, namun belum memberikan solusi langsung bagi staf yang mogok.
Latar Wabah dan Penanganan Internasional
Wabah Ebola ini dikonfirmasi menimpa Republik Demokratik Kongo dan Uganda pada Mei setelah uji laboratorium mengidentifikasi virus bundibugyo sebagai penyebab. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan insiden ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional sejak 17 Mei 2026.
Angka Kasus dan Kematian
Menurut data resmi kementerian kesehatan Republik Demokratik Kongo per 11 Juli 2026, tercatat 1.926 kasus dan 702 kematian akibat Ebola. Angka tersebut mencerminkan beban yang masih berat bagi sistem kesehatan lokal dan menambah urgensi pemulihan operasional di pusat perawatan.
Kebutuhan Mendesak dan Implikasi
Keterlambatan pembayaran kepada tenaga kesehatan meningkatkan risiko gangguan layanan di tengah upaya menahan penyebaran penyakit yang memerlukan respon cepat dan koordinasi matang. Para ahli dan pejabat kesehatan menekankan bahwa jaminan pembayaran dan perlindungan bagi pekerja garda terdepan merupakan prasyarat penting untuk menjaga kesinambungan perawatan dan kepercayaan masyarakat.
Pemerintah daerah, otoritas kesehatan, dan mitra internasional diharapkan segera menyelesaikan persoalan administratif terkait gaji guna memastikan tenaga kesehatan dapat kembali bekerja dan pasien menerima perawatan yang diperlukan.





