Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat Evaluasi Manggala Agni

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia tengah melakukan evaluasi terhadap standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut. Ia menegaskan bahwa perlu adanya penyusunan kebutuhan minimum untuk Manggala Agni, sebagai dasar dukungan operasional dalam penanggulangan karhutla.
“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost, supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa dan fisik,” ujar Raja Juli Antoni.
Manggala Agni merupakan brigade khusus tingkat nasional yang bertanggung jawab dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Mereka berperan penting dalam pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca-kebakaran.
Selain dari sisi peralatan, langkah pencegahan karhutla lainnya juga akan ditinjau, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di area rawan. Evaluasi ini bertujuan agar pengendalian disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“OMC cuma dua kali awal Januari, tapi berapa yang benar-benar diperlukan?” kata Menhut. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan TMAT untuk memastikan ketersediaan air di daerah rawan seperti Riau dan Kalimantan Barat.
Penggunaan anggaran untuk penanggulangan karhutla juga menjadi sorotan. Semua kebutuhan harus dihitung secara detail agar dukungan yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan petugas di lapangan.
“Hati-hati banget, jangan ajimumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” tegas Raja Juli Antoni.





