Politik

Pemerintah Bangun Pabrik Sampah Jadi Listrik Pertama di Bali

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia telah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali. Ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih.

Proyek senilai Rp3 triliun ini merupakan implementasi pertama dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai Penanganan Sampah Perkotaan. “Pembangunan PSEL adalah wujud transformasi pembangunan lingkungan yang sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi baru,” tutur Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).

Qodari juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya penanganan serius terhadap masalah sampah. “Jika kita terus membiarkan sampah menumpuk tanpa pengelolaan terpadu, pada 2028 tempat-tempat penampungan sampah kita akan lumpuh total karena kelebihan kapasitas,” ungkapnya.

Situasi saat ini sudah terlihat di Bali, terutama di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung. Dari sekitar 1.600 ton sampah harian di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, lebih dari 72 persen masih berakhir di TPA. Untuk itu, pemerintah melalui Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan PSEL Denpasar Raya pada 8 Juli 2026.

Fasilitas ini dirancang untuk mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari dengan teknologi moving grate incinerator. Teknologi tersebut dapat mengurangi volume sampah hingga 80-90 persen dan mengubahnya menjadi energi listrik. Sisa sampah akan dikelola dengan pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle.

“Ini bukan sekadar membangun gedung atau mesin, melainkan membangun solusi jangka panjang demi memulihkan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat,” tegas Qodari.

PSEL Denpasar Raya diharapkan akan menjadi model pembangunan fasilitas serupa di 34 kawasan aglomerasi lainnya. Proyek ini ditargetkan dapat menyelesaikan permasalahan sampah di 60 hingga 70 kabupaten dan kota, serta akan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button