Politik

PDI Perjuangan Jember Latih Kader Muda Menuju Pemilu 2029

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember mulai mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu Legislatif 2029 dengan memperkuat kepengurusan ranting di tingkat kecamatan. Konsolidasi berlangsung di Kecamatan Sumbersari, Sukowono, dan Ajung yang berfokus pada rekrutmen kader muda, perempuan, dan Generasi Z.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Edi Cahyo Purnomo, menyatakan bahwa penjaringan pengurus ranting dilakukan untuk menyiapkan mesin partai sejak dini. “Ini langkah strategis untuk memastikan struktur organisasi terisi dengan baik,” imbuh Edi, yang juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi para kader.

Di Kecamatan Sumbersari, pilihan kader mencakup individu dari berbagai latar belakang, termasuk kader Posyandu dan ketua RW. Sementara itu, PAC Sukowono mengusulkan lulusan baru dari perguruan tinggi swasta dan aktivis mahasiswa untuk memperkuat struktur organisasi.

“Pengurus PAC tidak hanya melengkapi struktur, tetapi mencari calon yang dapat memperkuat basis suara partai,” kata Edi dalam pernyataannya. Optimisme atas pencapaian PDI Perjuangan di Sukowono pada Pemilu 2024 juga diungkapkan, meski daerah tersebut bukan dikenal sebagai basis partai sebelumnya.

“Bahkan ada TPS yang mengalami kenaikan suara hingga 500 persen. Kehadiran kader-kader potensial diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara pada pemilu mendatang,” tegasnya. Di Kecamatan Ajung, DPC melakukan evaluasi terhadap penurunan suara di beberapa TPS yang tersebar di tujuh desa.

Edi juga mengingatkan bahwa struktur partai harus hadir di seluruh wilayah untuk membangun basis suara yang kuat. “Sebaran pengurus harus menjadi perhatian. Ini penting untuk memastikan partai hadir dalam setiap komunitas,” tambahnya.

Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, menekankan pentingnya kerja nyata di masyarakat seiring dengan pembentukan kepengurusan baru. Ia memberi contoh Lingkungan Antirogo yang berhasil menyumbang suara besar di Pemilu 2024 meski tanpa kepengurusan ranting.

“Dengan adanya pengurus ranting baru, manfaat kehadiran partai harus dirasakan oleh masyarakat untuk mempertahankan dan meningkatkan perolehan suara,” ujar Candra. Ia juga menggarisbawahi bahwa kepengurusan di Desa Wirowongso, yang didominasi oleh perempuan dan milenial, merupakan kekuatan baru dalam menarik pemilih muda.

“Perempuan, milenial, dan Generasi Z akan menjadi wajah partai di tengah masyarakat. Ini harus jadi kekuatan, bukan kelemahan,” tegasnya. Ketua PAC PDI Perjuangan Ajung, Syaiful, menyatakan kesiapan untuk menjalankan arahan DPC dalam memperkuat kolaborasi antara pengurus senior dan kader muda.

Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan suara yang hilang di beberapa TPS dan memperkokoh basis elektoral PDI Perjuangan menjelang Pemilu Legislatif 2029.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button