Politik

Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Jalin Bantuan Bersama DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Sebuah insiden kebakaran terjadi di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi pada Rabu sore, 13 Mei 2026. Kebakaran melanda bangunan dapur milik Rupini, seorang warga setempat, saat pemiliknya sedang tidak berada di rumah untuk berjualan.

Asal Usul Kebakaran

Berdasarkan keterangan warga setempat, kebakaran diduga berawal dari tungku dapur yang masih menyala setelah digunakan untuk memasak. Rupini meninggalkan rumahnya tanpa menyadari bahwa api dalam tungku tersebut belum sepenuhnya padam, sehingga menimbulkan kebakaran yang cepat meluas.

Api yang berkobar dengan cepat merembet ke tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar dapur, mengakibatkan dapur yang terletak di bagian belakang rumah terbakar habis. Beruntung, kesigapan warga setempat dalam menangani situasi tersebut berhasil mencegah api merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi kejadian.

Dampak Kebakaran

Akibat dari kejadian ini, dapur Rupini hangus terbakar, menyisakan dinding dan rangka atap yang gosong. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil yang dialami cukup signifikan mengingat dapur tersebut adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari keluarga tersebut.

Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang sering kali meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Bantuan dari PDI Perjuangan

Menanggapi peristiwa nahas ini, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron segera mendatangi rumah Rupini untuk memberikan dukungan moril dan bantuan. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron, Drs. Suradji, MM, yang juga merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, beserta sejumlah pengurus PAC lainnya.

“Setelah mendapat informasi tentang kebakaran yang menimpa salah satu warga di Kecamatan Paron, kami langsung datang untuk memberikan dukungan,” ungkap Drs. Suradji saat kunjungan ke rumah korban. Bantuan yang disalurkan kepada Rupini berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban yang ditanggungnya, terutama dalam perbaikan dapur yang hangus terbakar.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Suradji juga menekankan pentingnya masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Ia mengingatkan agar setiap orang memastikan tidak ada api yang masih menyala saat meninggalkan rumah, serta pentingnya memeriksa kondisi instalasi listrik guna mencegah kemungkinan terjadinya korsleting yang sering menimbulkan kebakaran.

“Keselamatan adalah yang utama. Pastikan semua instalasi listrik dalam keadaan aman untuk menghindari kebakaran,” tegasnya.

Dampak dari kejadian ini bukan hanya merugikan korban, tetapi juga menjadi pelajaran bagi seluruh warga untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button