Kolaborasi Seniman dan Pemerintah dalam Festival Seni Tradisi Bangkalan

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Festival Seni Tradisi Bangkalan di depan Pendopo Agung Bangkalan pada Jumat malam, 24 Juli 2026. Acara ini bertujuan menjaga dan melestarikan warisan seni dan budaya lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.
Festival ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, memberikan ruang bagi pelaku seni untuk menampilkan kekayaan budaya daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa Festival Seni Tradisi merupakan komitmen untuk menjaga identitas budaya bangsa. “Festival Seni Tradisi bukan sekadar hiburan atau tontonan, melainkan wujud nyata kecintaan kita terhadap warisan leluhur,” ujar Lukman.
Ia juga mengungkapkan upaya Pemkab Bangkalan dalam melestarikan budaya melalui langkah konkret. Pada 2025, tiga karya budaya Bangkalan, yakni Tongkos, Topeng Patenteng, dan Batik Ghentongan, telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.
Usulan untuk lima karya budaya lainnya seperti Hong Bahhong dan Tari Blandaran pun diajukan agar memperoleh pengakuan serupa. “Ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan,” terangnya.
Lukman meminta doa dan dukungan masyarakat untuk pengakuan lima karya budaya tersebut sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2026. Ia menekankan bahwa keberhasilan pelestarian budaya memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pelestarian seni budaya tidak mungkin tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD Jawa Timur, pelaku seni, budayawan, dan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lukman menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur atas dukungan dalam penyelenggaraan Festival Seni Tradisi. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk memperkuat pelestarian budaya dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat.
“Semoga Festival Seni Tradisi ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta mendorong generasi muda menjaga warisan leluhur,” pungkasnya.





