Respon Tegas Anggota Dewan atas Video Bocor

Jakarta, Maret.id — Keluhan dari pedagang Pasar Mangu Takeran, Magetan, terkait kerusakan fasilitas pasar sering disampaikan kepada pihak pengelola yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat. Namun, hingga kini tidak ada respons dan tindakan perbaikan yang konkret.
Keluhan tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Magetan, Hendrad Subiyakto, saat melakukan inspeksi mendadak di pasar tersebut pada Rabu (13/5/2026). Para pedagang mengungkapkan masalah seputar atap pasar dan talang air yang berlubang, yang mengakibatkan air hujan menggenangi areajualan mereka.
Keluhan Pedagang Terkait Kerusakan Fasilitas
Sebagian dari 187 pedagang di pasar itu mengaku merasakan dampak langsung dari kerusakan fasilitas. Salah satu pedagang, Yayuk Kristiani, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa berhenti berjualan saat hujan turun. “Bukan hanya tidak bisa berjualan, takut barang dagangan membusuk karena air hujan,” ujarnya.
Pedagang lain yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa mereka sudah berkali-kali melaporkan masalah atap bocor kepada pihak Unit Pelaksana Teknis Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Setiap hujan saya foto, saya videokan. Kami kirimkan ke Kepala Pasar. Tapi, sampai sekarang tak ada perbaikan,” tambahnya.
Hambatan Birokrasi Menjadi Penyebab
Hendrad Subiyakto menyayangkan kurangnya upaya perbaikan dari dinas terkait. Ia menjelaskan, “Pedagang membayar retribusi, tapi tidak mendapatkan fasilitas yang memadai. Ini sangat disayangkan.” Menurut hitungannya, biaya perbaikan hanya sekitar Rp 10 juta, namun proses birokrasi yang panjang menjadi penghalang bagi perbaikan yang diperlukan.
“Disperindag Magetan harus segera turun tangan, agar para pedagang nyaman berjualan,” tegasnya. Ia merasa bahwa keadaan ini dapat diperbaiki apabila ada keseriusan dari pihak pengelola untuk menangani keluhan yang telah diajukan.
Respon dari Pihak Pengelola
Kepala Pasar Mangu Takeran, Suwarni, juga mengakui adanya keluhan dari para pedagang. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada atasan,” katanya. Namun, belum ada tindakan nyata yang bisa dirasakan oleh para pedagang.
Dengan situasi yang dialami oleh pedagang Pasar Mangu Takeran, harapannya adalah agar pihak terkait segera melakukan perbaikan fasilitas pasar. Keberlangsungan usaha para pedagang sangat tergantung pada kenyamanan dan fasilitas yang memadai. Penanganan yang lebih serius diharapkan tidak hanya menjadi janji semata, tetapi diikuti dengan aksi nyata untuk kepentingan bersama.





