India Panggil Bos Meta Atas Penghapusan Video Modi, Memanas Hubungan Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Otoritas India memanggil pejabat tinggi perusahaan Meta setelah terjadi penghapusan sementara sebuah video pidato Perdana Menteri Narendra Modi yang memicu kecaman publik dan kekhawatiran mengenai tata kelola konten digital.
Pemanggilan pejabat Meta
Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India meminta klarifikasi atas penghapusan materi resmi dari akun perdana menteri, sebuah langkah yang dianggap “sangat meresahkan” oleh pejabat kementerian. Pihak kementerian menuntut penjelasan teknis rinci dan akan menggelar pertemuan untuk menelaah penyebab insiden tersebut.
Perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu menyatakan penghapusan terjadi karena kesalahan teknis dan konten telah dipulihkan. Namun pernyataan tersebut belum meredakan kekhawatiran regulator maupun publik.
Kontroversi penghapusan dan reaksi publik
Video yang diunggah pada 23 Juli bertepatan dengan aksi protes yang digerakkan oleh kelompok satir bernama Cockroach Janta Party (CJP) terkait kebocoran soal ujian masuk nasional. Unggahan itu menjadi upaya perdana menteri menjangkau generasi muda yang menuntut pengunduran diri menteri pendidikan dan perubahan kebijakan.
Sejumlah pengguna yang mencoba mengakses video mendapat pesan bahwa konten tidak tersedia di India karena permintaan hukum, informasi yang kemudian memicu gelombang kritik dan spekulasi di media sosial hingga memaksa platform untuk mengembalikan materi tersebut.
Implikasi hukum dan kebijakan
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap platform teknologi; sebuah pengadilan beberapa waktu lalu memberi izin bagi seorang menteri federal untuk melanjutkan gugatan terhadap sejumlah platform terkait konten yang diduga fitnah. Selain itu, panel parlemen telah memanggil perwakilan perusahaan teknologi besar untuk membahas isu privasi pengguna dan ketertiban umum pada awal Agustus.
Kekhawatiran regulator juga meluas ke fitur-fitur baru dan keamanan siber, setelah otoritas menyampaikan keprihatinan terhadap peluncuran nama pengguna di aplikasi pesan populer. Pemerintah sebelumnya sempat melarang sementara penggunaan aplikasi perpesanan lain karena dianggap menjadi kanal utama penyebaran kebocoran soal ujian.
Dampak pasar dan pengguna
India merupakan pasar penting bagi perusahaan teknologi global dengan jumlah pengguna yang sangat besar; platform-platform jejaring sosial dan pesan mencapai ratusan juta pengguna di negara berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa itu. Ketergantungan publik terhadap layanan ini membuat setiap gangguan atau keputusan moderasi konten mendapat sorotan intens.
Para pengamat menilai insiden penghapusan video resmi ini berpotensi mempercepat upaya pengaturan yang lebih ketat terhadap platform digital di India, sekaligus meningkatkan tuntutan transparansi mekanisme moderasi dan tanggapan terhadap permintaan hukum.





