Soekarno Cup 2026 Libatkan Wasit Perempuan untuk Semua Talenta

Jakarta, Maret.id — Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 secara tegas berkomitmen untuk menciptakan kesetaraan kesempatan dengan melibatkan wasit perempuan dan perangkat pertandingan perempuan. Ajang ini diikuti oleh 400 talenta muda dari 16 provinsi, menegaskan bahwa kepemimpinan di lapangan ditentukan oleh kompetensi, bukan gender.
Deni Wicaksono, Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, menjelaskan bahwa kehadiran wasit perempuan merupakan bagian dari upaya untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih inklusif dan profesional. “Pelibatan wasit perempuan dan perangkat pertandingan di Soekarno Cup 2026 merupakan wujud kepercayaan bahwa perempuan mampu berkiprah,” ujar Deni.
Menurut Deni, sepak bola harus menjadi ruang prestasi yang terbuka bagi siapa pun dengan kualitas dan dedikasi. “Kepemimpinan lahir dari kompetensi, bukan dari jenis kelamin,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa Soekarno Cup membawa semangat inklusivitas dalam olahraga.
Turnamen ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem pembinaan usia muda di Indonesia dan telah mendapatkan rekomendasi resmi dari PSSI. Penyelenggaraan Soekarno Cup pertama kali dilakukan di Jakarta pada 2023 dan berlanjut di Bali pada 2025, sementara tahun ini berlangsung di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik pada 10–24 Agustus 2026.
Deni menyatakan bahwa wasit perempuan terlibat dalam turnamen ini telah memiliki lisensi nasional dan berpengalaman memimpin pertandingan bergengsi. Selain wasit, match commissioner perempuan juga dilibatkan dengan sertifikasi resmi dari PSSI.
Eri Irawan, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, menekankan pentingnya meritokrasi dalam lingkungan sepak bola. Ia memastikan bahwa semua perangkat pertandingan ditunjuk berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang relevan. “Proses penugasan didasarkan pada kualifikasi dan kesiapan fisik serta mental,” kata Eri.
Para penyelenggara berharap bahwa langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas turnamen, namun juga membuka peluang bagi perempuan untuk berkarier sebagai wasit dalam industri sepak bola nasional.





