Prabowo Waspada: Prediksi Konflik Timur Tengah Memanas, Guncang Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pihak bersiap menghadapi dampak berkepanjangannya konflik di Timur Tengah dan menegaskan perlunya kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi meluasnya gejolak global, saat membuka acara akad massal program perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Pesan Presiden soal Konflik Timur Tengah
Prabowo mengingatkan bahwa perang di kawasan Timur Tengah berpotensi berlangsung lama dan dapat meluas ke wilayah lain, sehingga memerlukan perencanaan dan kesiapan mental dari pemerintah maupun masyarakat.
“Perang di Timur Tengah akan, kita harus siap mental bahwa akan panjang, akan meluas, akan tambah buruk,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara akad massal KPR dan KUR perumahan.
Dampak terhadap Ekonomi dan Kebijakan
Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia tidak luput dari dampak konflik global tersebut, namun yakin pemerintah memiliki beragam pilihan kebijakan untuk meredam efek negatif terhadap perekonomian domestik.
Prabowo menekankan perlunya langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasar, ketahanan pasokan energi, dan keberlangsungan rantai pasok nasional.
Sumber Daya sebagai Kekuatan Nasional
Presiden menilai bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian global dan membuka ruang bagi berbagai solusi strategis.
“Kita bersyukur potensi kita sangat besar,” kata Prabowo, seraya menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya yang baik menjadi kunci untuk memanfaatkan keunggulan tersebut.
Prabowo juga menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan nasional dalam jangka panjang.
“Sumber daya kita sangat besar. Tinggal bagaimana kita kelola dengan baik,” ujarnya, mengajak para pemangku kepentingan untuk meningkatkan sinergi dalam pengelolaan sumber daya.
Rincian Acara dan Program Perumahan
Pernyataan Presiden disampaikan saat acara Akad Massal 62.000 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan dengan nilai total sekitar Rp880 miliar yang diselenggarakan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Acara tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah melalui pembiayaan bersubsidi.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaitkan upaya pemenuhan kebutuhan hunian dengan pentingnya stabilitas ekonomi dan perlindungan sosial di tengah dinamika geopolitik.
Ia menegaskan bahwa kebijakan perumahan harus berjalan beriringan dengan langkah-langkah untuk menjaga ketahanan nasional dari sisi ekonomi dan sumber daya.
Imbauan untuk Kesiapsiagaan dan Pengelolaan Pemerintahan
Presiden meminta seluruh elemen pemerintahan daerah dan pusat untuk menyiapkan skenario kebijakan yang adaptif serta memperkuat koordinasi antarinstansi.
Ia menegaskan pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan internasional dan menyiapkan opsi strategis untuk melindungi kepentingan nasional.
Penekanan pada kesiapsiagaan dan pengelolaan sumber daya mendapat respons yang diharapkan dapat mendorong percepatan langkah-langkah konkret di tingkat pusat maupun daerah.
Dengan latar tersebut, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian global.





