Politik

Komisi IV DPRD Pasuruan Sidak Dapur SPPG Pasca Dugaan Keracunan

Jakarta, Maret.id — Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Dr. Soetomo, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan pada Jumat, 31 Juli 2026.

Aksi tersebut dipicu oleh dugaan keracunan makanan yang dialami oleh 14 siswa SMAN 1 Pandaan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dari hasil inspeksi, sejumlah permasalahan mencolok ditemukan, antara lain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak sesuai, kurangnya sertifikasi untuk chef, serta kelebihan beban produksi makanan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menekankan pentingnya fokus pada kualitas makanan dan tidak mengejar kuota produksi tanpa memperhatikan standar sanitasi. “Dari hasil sidak, kami menemukan beberapa persoalan yang sangat krusial, mulai dari IPAL, sertifikasi chef, hingga kuota MBG,” tegas Andri.

Politikus senior PDI Perjuangan ini menyoroti dampak insiden tersebut yang telah menimbulkan kepanikan di masyarakat dan kalangan wali murid. Untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, pihak dewan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan untuk melakukan penelitian laboratorium.

Sekretaris Komisi IV, Najib Setiawan, juga menegaskan bahwa MBG adalah program prioritas nasional yang dibiayai oleh APBN, sehingga harus dilaksanakan dengan serius. “Aspek kelayakan harus dipenuhi secara mutlak. Kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan oleh koki atau chef,” ujar Najib.

Kepala dapur SPPG Sumbergedang, Nur Kholis, memberikan penjelasan terkait kelebihan kuota yang dijalankannya. “Dapur SPPG ini mendapat jatah kuota per hari 3.800, yang 1.700 porsi diberikan oleh dapur SPPG di kawasan Desa Durensewu. Karena dapur SPPG di Durensewu belum menerima anggaran, untuk sementara kita handle,” jelasnya.

Pengelola dapur SPPG telah memberikan bantuan kepada siswa yang terdampak. Nur Kholis berjanji akan segera melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga sistem IPAL.

Saat ini, operasional dapur SPPG Pandaan dihentikan sementara menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Untuk sementara kami berhenti beroperasi menyuplai MBG ke penerima manfaat sambil menunggu petunjuk dari BGN,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button