Anak Jokowi Belum Tentu Jaminan Kursi di Senayan

Jakarta, Maret.id — Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, memicu berbagai reaksinya di dunia politik. Banyak yang menilai langkah tersebut sebagai tantangan terhadap dominasi PDI Perjuangan, terutama di daerah yang dianggap sebagai basis kekuasaannya.
Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap rencana ini tidak terlepas dari anggapan bahwa Dapil Jawa Tengah V dikenal sebagai “kandang banteng”. Dapil ini juga menjadi daerah pemilihan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
“Kenapa ini menjadi ramai? Karena banyak yang menafsirkan bahwa ketika Kaesang ingin menjadi caleg di Dapil 5 Jawa Tengah, itu merupakan upaya menggempur ‘kandang banteng’,” kata Adi.
Namun, Adi juga mengingatkan bahwa kontestasi pemilihan legislatif memiliki dinamika yang berbeda dari persepsi saat ini. Menurutnya, kekuatan partai dan kandidat bisa berubah menjelang Pemilu 2029.
“Pertarungan pileg itu sangat dinamis. Hari ini terlihat kuat, tetapi menjelang 2029 bisa berubah signifikan. Yang kuat bisa menjadi lemah, yang lemah pun bisa menjadi kuat. Semua tergantung kerja politik,” jelas Adi.
Lebih lanjut, Adi menilai tidak ada jaminan bagi Kaesang untuk meraih kursi DPR hanya karena maju dari daerah yang juga merupakan kampung halaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Walaupun Kaesang maju di Dapil 5 Jawa Tengah, tidak ada jaminan akan mendapatkan dukungan dan meraih kursi, meskipun ayahnya Jokowi berasal dari Solo,” tegas Adi.
Ia menambahkan bahwa rumitnya persaingan dalam pemilihan legislatif terletak pada dominasi kerja politik, konsolidasi partai, kekuatan kandidat, dan kemampuan untuk merebut simpati pemilih.
“Itulah rumitnya pertarungan pileg,” sambungnya.





