Kabinet Bayangan Jalin Partisipasi Politik Publik secara Efektif

Jakarta, Maret.id — Munculnya Kabinet Bayangan, yang digagas oleh kalangan akademisi, peneliti, dan pegiat masyarakat sipil, menandakan bahwa dinamika politik berlanjut pasca Pemilu.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan bahwa demokrasi tidak hanya berkisar pada siapa yang meraih kemenangan dalam pemilihan umum. “Politik bukan hanya soal menang dalam pemilu. Yang paling penting justru setelah kekuasaan dijalankan,” tegas Adi.
Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif setelah pemerintahan terbentuk. “Kritik dan masukan terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat,” imbuh Adi.
Dia menekankan bahwa salah satu ciri negara demokratis adalah keterlibatan aktif warganya dalam memberikan kritik secara terbuka. “Salah satu ciri negara demokratis dan demokrasi yang terkonsolidasi adalah ketika warga negaranya tanpa lelah dan tanpa henti terus memberikan masukan dan kritik,” sambung Adi.
Kehadiran Kabinet Bayangan, menurut Adi, merupakan langkah positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. “Lahirnya Kabinet Bayangan saya kira akan semakin memperkaya khazanah politik dan demokrasi di Indonesia,” tuturnya.
Dengan demikian, Kabinet Bayangan diharapkan mampu memperkuat fungsi kontrol terhadap pemerintah dan memperkaya diskursus kebijakan publik di tanah air.





