Buruh Pelabuhan Indonesia Ancam Mogok Nasional Tuntut Keadilan

Jakarta, Maret.id — Pimpinan Pusat Serikat Pekerja TKBM Indonesia mengumumkan kesiapan buruh pelabuhan di seluruh Indonesia untuk melakukan mogok nasional. Ini dilakukan jika aspirasi dan tuntutan pekerja terus diabaikan oleh pihak terkait.
“Dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional, buruh pelabuhan menghadapi banyak tantangan, terutama dalam kesejahteraan dan akses pendidikan,” ujar Subhan Halil, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.
Mereka menuntut peningkatan kesejahteraan, termasuk penghasilan yang layak dan perlindungan jaminan kesehatan. Tuntutan selanjutnya mencakup kepastian hubungan kerja dan perlindungan terhadap hak-hak normatif pekerja.
“Pimpinan Pusat SP TKBM juga meminta program sekolah dan sarjana untuk buruh dan keluarganya, serta beasiswa pendidikan dari sekolah hingga perguruan tinggi,” jelas Subhan.
Selain itu, pihaknya meminta pelatihan kerja berkelanjutan dan sertifikasi kompetensi K3 sesuai standar nasional dan internasional. Kenaikan profesionalisme tenaga kerja bongkar muat juga telah diusulkan untuk menghadapi transformasi industri pelabuhan.
“Penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan pekerja juga menjadi salah satu tuntutan kami,” imbuhnya.
Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia mendesak presiden dan kementerian serta lembaga terkait untuk membuka dialog nasional dengan organisasi buruh pelabuhan. Hal ini diharapkan dapat membahas solusi menyeluruh terhadap tuntutan yang diajukan.
“Jika dalam waktu yang wajar tidak ada langkah nyata dari para pemangku kepentingan, kami akan mempertimbangkan mogok nasional,” ungkap Subhan.
“Langkah tersebut bukan tujuan utama, tetapi opsi terakhir setelah upaya dialog tidak membuahkan hasil,” tegasnya.
Dia mengajak seluruh buruh pelabuhan untuk tetap menjaga persatuan dan disiplin organisasi. “Kami berjuang untuk menciptakan buruh pelabuhan yang sejahtera dan bermartabat,” tandasnya.





