Soekarno Cup 2026 Digelar, PDIP Jatim Dukung Sepak Bola Nasional

Jakarta, Maret.id — PDI Perjuangan Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan warisan yang kuat bagi pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.
Komitmen ini diwujudkan melalui kompetisi yang diharapkan dapat menciptakan ruang lahirnya talenta masa depan. Pengarah Panitia Pelaksana Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, menyatakan bahwa persiapan untuk turnamen sudah memasuki tahap akhir.
Panitia kini fokus pada penyelesaian aspek teknis pertandingan, koordinasi antardaerah, dan kesiapan venue sebelum pelaksanaan pada 10–24 Agustus 2026 di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik. “Seluruh persiapan terus kami matangkan. Jawa Timur siap menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh kontingen,” kata Deni.
Sebelum pertandingan, panitia akan menggelar pengundian grup di Surabaya pada 4 Agustus 2026, di mana para manajer dan pelatih kepala dari seluruh tim peserta dijadwalkan hadir. Sebanyak 16 tim dari 16 provinsi akan berpartisipasi, termasuk daerah-daerah seperti Jawa Barat, Bali, dan Papua, dengan total sekitar 400 pemain muda yang akan bersaing memperebutkan gelar juara.
Deni menjelaskan bahwa Soekarno Cup dirancang sebagai bagian dari strategi pembinaan sepak bola usia muda yang berkesinambungan. “Sepak bola Indonesia membutuhkan kompetisi yang berkesinambungan sejak usia muda. Soekarno Cup hadir sebagai ruang bagi pemain untuk mengasah kemampuan dan bagi daerah untuk menunjukkan kualitas pembinaan yang telah dilakukan,” tegas Deni.
Penyelenggaraan sebelumnya sukses dilaksanakan di Jakarta pada 2023 dan Bali pada 2025, yang menegaskan komitmen Soekarno Cup sebagai agenda nasional dalam pengembangan sepak bola usia muda. Deni juga menyatakan pentingnya semangat yang diwariskan oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, dalam penyelenggaraan turnamen ini.
“Bung Karno mengajarkan bahwa olahraga adalah sarana membentuk manusia Indonesia yang berkarakter. Soekarno Cup kami rancang tidak hanya untuk melahirkan pemain bertalenta, tetapi juga generasi muda yang disiplin dan sportif,” imbuh Deni.
Ia optimis bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten, didukung oleh kompetisi berkualitas, akan memperkuat masa depan sepak bola Indonesia. “Saya yakin masa depan sepak bola Indonesia akan semakin kuat jika seluruh daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkas Deni.





