Dunia

Hormuz belum dibuka, Iran bantah perselisihan dengan Oman memanas; ancam pasokan minyak!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Iran menegaskan berita yang menyebut Selat Hormuz belum dibuka kembali karena adanya perselisihan antara Iran dan Oman tidak berdasar, dan menyatakan bahwa kendala utama adalah kondisi keamanan di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Teheran pada Senin, 3 Agustus 2026.

Penegasan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa pembicaraan mengenai rute pelayaran serta jaminan keamanan bagi kapal yang melintas memang menjadi syarat penting untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kata Baghaei, kesepakatan bilateral semata tidak cukup untuk memastikan kembalinya aktivitas pelayaran secara normal.

Penyebab Utama: Faktor Keamanan

Baghaei menegaskan bahwa gangguan di perairan strategis tersebut lebih berkaitan dengan dinamika keamanan regional ketimbang sengketa diplomatik langsung dengan Oman. Ia menyebut aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Maret tahun lalu sebagai salah satu faktor pemicu yang masih meninggalkan dampak terhadap keamanan jalur pelayaran.

Signifikansi Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia, yang dilintasi kapal-kapal pengangkut minyak dan energi dari Teluk Persia menuju pasar global. Penurunan atau gangguan aktivitas di perairan ini berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional dan memicu fluktuasi harga minyak.

Teheran menekankan perlunya jaminan keamanan yang konkret bagi kapal dagang sebelum membuka kembali jalur secara penuh. Pernyataan itu juga dimaksudkan untuk merespons spekulasi yang mengaitkan keterlambatan pembukaan kembali selat dengan ketegangan bilateral antara Iran dan negara tetangga.

Respons Internasional dan Implikasi

Beberapa pelaku maritim internasional dan negara-negara konsumen energi terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz untuk menilai risiko pelayaran dan pasokan. Para ahli mengatakan bahwa stabilitas keamanan laut di kawasan ini menjadi kunci bagi kelancaran perdagangan energi global dan bagi upaya mitigasi gangguan ekonomi.

Iran menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi menegaskan kembali kebebasan navigasi dan keselamatan pelayaran, namun menekankan bahwa langkah-langkah keamanan harus didahulukan. Sampai kondisi keamanan dinilai memadai, aktivitas pelayaran diperkirakan belum akan kembali ke pola normal yang lama.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button