Politik

Strategi Teddy Merawat Jaringan Dinilai Sebagai Masterclass

Jakarta, Maret.id — Langkah Sekretaris Kabinet Letkol (Inf) Teddy Indra Wijaya mengumpulkan rekan-rekan satu angkatannya di Akademi Militer (Akmil) dinilai sebagai langkah strategis dalam merawat jaringan politik.

Momen kebersamaan ini dianggap penting dalam konsolidasi kekuatan yang diyakini akan berpengaruh pada langkah politik jangka panjang.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai langkah Teddy menunjukkan pendekatan berbeda dalam membangun basis dukungan. “Di tengah banyak elite politik yang sibuk mencari panggung, Seskab Teddy justru memilih memperkuat loyalitas dari lingkaran terdekat,” ujar Hendri.

Melihat aktivitas politik di sekitar, Hendri mengungkapkan bahwa mayoritas elite hanya fokus pasang baliho dan mengumbar janji untuk menarik simpati publik. “Teddy memberikan masterclass bagaimana cara membangun loyalitas yang sesungguhnya,” tuturnya.

Hendri berpendapat bahwa Teddy menyadari bahwa kekuatan aparat dan birokrasi akan beralih ke angkatan yang lebih muda. “Dia menyatukan rekan-rekannya untuk berjuang bersama tanpa perlu transaksi politik,” jelasnya.

Melalui reuni dan pesan “yang di atas bantu yang di bawah”, Teddy telah menguatkan solidaritas angkatan 2011 tanpa terlihat bermanuver. “Ini orkestrasi persahabatan yang sangat cantik,” imbuh Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mencatat bahwa Teddy mendorong angkatannya untuk fokus pada pembekalan diri dan tidak terjebak dalam ambisi individual. Gaya komunikasi luwes Seskab Teddy diyakini jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando formal.

“Politisi kita seharusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan yang elegan dan tidak murahan,” ucap Hendri. Ia menambahkan bahwa pendekatan Teddy berbasis ikatan emosional lebih berdampak dibandingkan manuver elit politik yang sering kali transaksional.

Hendri juga menilai kapasitas Teddy saat ini memberikan daya tawar saat ia berbicara di hadapan ratusan perwira. Kemampuannya merangkul berbagai matra menunjukkan insting berpolitik yang tajam.

Dia mengingatkan bahwa “15 atau 20 tahun lagi lulusan 2011 inilah yang akan memegang kendali negara.” Hendri menekankan pentingnya investasi politik dalam solidaritas daripada dalam bentuk materi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button