Politik

Wamenkop Ingatkan Pekerja Migran untuk Jaga Nama Baik

Jakarta, Maret.id — Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah diberangkatkan ke Jepang. Pengiriman ini dikoordinasikan oleh Koperasi Jasa Syariah KITA MIRAINO HIKARI, didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah secara simbolis melepas PMI dan berpesan agar mereka menjaga nama baik Indonesia di Jepang. Ia mendorong PMI untuk tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga menyerap ilmu manajerial dan etika kerja disiplin.

“Kalian adalah citra Indonesia, tanamkan di hati bahwa Indonesia adalah tanah air kalian. Jadilah wirausaha baru saat kembali ke tanah air nanti,” tuturnya saat acara pelepasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sebanyak 86 pekerja migran diberangkatkan dari program yang diinisiasi Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari. Mereka akan ditempatkan di berbagai sektor, termasuk hospitality dan jasa konstruksi.

Langkah ini dianggap Wamenkop sebagai wujud transformasi koperasi modern yang berkontribusi pada sektor riil dan penciptaan lapangan kerja internasional. Ini juga dinilai mendukung visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Acara melepas PMI tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama LPDB Krisdianto dan Ketua Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari Aditya Affasha Riawan. Farida menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi sesuai Pasal 33 UUD 1945.

“Koperasi harus menjadi salah satu dari tiga pilar utama penyokong ekonomi nasional, bersanding dengan BUMN dan sektor swasta,” tegasnya. Farida juga menyoroti kemampuan generasi muda dalam mengelola koperasi secara profesional dan digital.

“Koperasi Kita Miraino Hikari telah membuktikan bahwa anak muda mampu mengelola tenaga kerja profesional ke luar negeri,” imbuh Wamenkop.

Farida mengungkapkan komitmen Kemenkop melalui LPDB yang telah memberikan pembiayaan sebesar Rp55 miliar untuk mendukung operasional koperasi. Dukungan tersebut memungkinkan koperasi memberikan pelayanan maksimal tanpa biaya jaminan kepada para calon pekerja.

“Ini adalah bentuk afirmasi pemerintah. Dengan bunga yang sangat rendah, koperasi dapat memberdayakan masyarakat. Bahkan, ada pekerja yang berangkat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun karena skema pembiayaan yang inovatif ini,” sambungnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button