Korut Kecam Keras Uji Coba Rudal Jepang, Harga Minyak Melejit!

Jakarta, Maret.id — Korea Utara mengecam uji coba rudal jelajah Tomahawk yang baru-baru ini dilakukan Jepang dan menilai langkah itu sebagai bagian dari ambisi militer Tokyo, demikian pernyataan media pemerintah Pyongyang.
Kim Yo Jong, adik dari Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un dan pejabat senior Partai Buruh Korea, menyerukan kewaspadaan internasional terhadap apa yang disebutnya sebagai kebangkitan ekspansionisme militer Jepang. Pernyataan tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah Pasukan Bela Diri Jepang melakukan uji tembak rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat yang diluncurkan dari sebuah kapal perusak.
Reaksi Pyongyang terhadap uji coba Jepang
Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong menuduh Tokyo menggunakan uji coba itu sebagai “taktik terselubung” untuk menutupi ambisi membangun kekuatan militer besar. Pernyataan itu menegaskan bahwa masyarakat internasional harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi mengembalikan mimpi ekspansionisme masa perang Jepang.
Pyongyang mengaitkan langkah Jepang dengan perubahan strategi keamanan nasional di Tokyo yang mulai mengizinkan kemampuan menyerang pangkalan musuh sejak 2022. Menurut pihak Korea Utara, normalisasi kapasitas ofensif tersebut memicu ketegangan baru di kawasan Asia Timur.
Konteks kebijakan keamanan Jepang
Sejak revisi kebijakan pada 2022, Jepang secara bertahap mengembangkan kemampuan militer yang lebih luas sebagai respons terhadap dinamika ancaman regional. Uji coba Tomahawk yang dilakukan menunjukkan kemampuan peluncuran dari kapal permukaan dan menandai langkah baru dalam praktik militer Jepang modern.
Beberapa pengamat menilai langkah Tokyo didorong oleh kekhawatiran terhadap peluncuran rudal Korea Utara, ekspansi militer China, serta dinamika keamanan global. Di sisi lain, langkah ini memicu kecaman dari negara-negara yang melihatnya sebagai eskalasi militer di kawasan.
Potensi dampak terhadap stabilitas regional
Para analis memperingatkan bahwa retorika keras dari Pyongyang dan peningkatan kapasitas militer Tokyo bisa memicu putaran saling curiga yang lebih besar di kawasan. Peningkatan uji coba senjata oleh satu pihak berpotensi mendorong respons diplomatik dan militer dari pihak-pihak lain.
Meski demikian, beberapa pakar juga mencatat bahwa uji coba semacam ini berlangsung di tengah aliansi pertahanan yang kuat antara Jepang dan Amerika Serikat. Kerjasama antara Tokyo dan Washington dalam bidang keamanan dipandang sebagai bagian dari usaha menyeimbangkan dinamika strategis di Asia Timur.
Pernyataan Pyongyang menambah daftar panjang ketegangan yang kerap terjadi antara negara-negara di wilayah ini, khususnya terkait isu militerisasi dan interpretasi sejarah perang. Hingga saat ini belum ada reaksi resmi dari pemerintah Jepang yang dirilis bersamaan dengan pernyataan dari Pyongyang tersebut.





