Temuan 995 Senpi di Jaksel, DPR Desak Bongkar Jaringan Senjata

Jakarta, Maret.id — Komisi III DPR RI mengungkapkan keprihatinan terhadap maraknya peredaran gelap senjata api di Tanah Air. Pernyataan tersebut diungkapkan setelah penemuan 995 pucuk senjata api di ruangan milik mantan ketua sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menyebutkan bahwa jumlah senjata yang ditemukan sangat besar dan mengejutkan. “Penemuan senjata ini tergolong sangat besar dan mengejutkan. Fakta ini menunjukkan bahwa peredaran gelap senjata masih terus berlangsung,” tegas Nasir.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menambahkan bahwa lokasi penemuan di Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan, menunjukkan potensi peredaran senjata ilegal di daerah lain. “Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan,” tutur Nasir.
Ia mengharapkan aparat penegak hukum segera menyelidiki asal-usul ratusan senjata tersebut. “Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut,” imbuhnya.
Sebelumnya, penemuan sebanyak 995 senjata api dan perlengkapan terkait terjadi saat sejumlah orang membuka ruangan tersebut untuk keperluan siswa. Hal ini disampaikan oleh Hermawanto, kuasa hukum pihak sekolah, yang menyebutkan bahwa penemuan berlangsung pada tanggal 10 dan 11 Juli.
“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” ujar Hermawanto kepada wartawan.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan senjata api dan airsoft gun tersebut. Polres Metro Jakarta Selatan juga telah menerima laporan dari masyarakat terkait kasus ini. “Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo.





