Prabowo Tantang Jumhur: Dari Penjara Jadi Menteri, Ini Leluconnya!

Jakarta, Maret.id — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jumhur Hidayat, baru-baru ini menjadi sorotan dalam sebuah acara resmi di Istana Negara, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dengan nada bercanda menyapa Jumhur dan menyinggung penampilannya yang dianggap tidak sesuai dengan atribut seorang buruh.
Canda Presiden Prabowo di Acara Resmi
Prabowo, saat berbincang dengan tamu undangan, tidak melewatkan kesempatan untuk berhumor. “Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Kok nggak pakai kaos buruh?” ujarnya, yang langsung disambut tawa oleh para hadirin. Canda tersebut menggambarkan keakraban antara presiden dan menteri yang menjabat.
Mendengar lelucon tersebut, Jumhur yang duduk dalam barisan depan terlihat berdiri dan memberi hormat kepada Presiden Prabowo. Hal ini semakin memperlihatkan suasana santai yang tercipta di acara tersebut, meskipun merupakan sebuah pertemuan resmi.
Menyoroti Latar Belakang Jumhur Hidayat
Tidak hanya berhenti di situ, Prabowo juga mengingat masa lalu Jumhur sebagai aktivis buruh yang pernah beberapa kali mengalami masa penahanan. “Kapan terakhir dipenjara? Bolak-balik masuk penjara sekarang jadi menteri,” canda Prabowo yang membuat hadirin terpingkal-pingkal.
Laporan tersebut mengangkat kembali perjalanan hidup Jumhur, dari seorang pejuang hak buruh yang aktif hingga menjadi menteri di kabinet saat ini. Perjalanan kariernya yang berubah drastis ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama di kalangan aktivis buruh.
Pelantikan Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup
Jumhur Hidayat resmi dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada tanggal 27 April 2026, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P/2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Dengan dilantiknya Jumhur, diharapkan akan ada perubahan dan inovasi baru dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Peran Jumhur sangat vital mengingat tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk isu perubahan iklim dan kerusakan sumber daya alam.
Jumhur juga menjadi harapan bagi kalangan buruh, mengingat pengalamannya yang mendalam dalam dunia ketenagakerjaan. Dalam beberapa kesempatan, ia menyuarakan pentingnya perlindungan hak-hak buruh di tengah perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Dengan sambutan hangat dan canda dari Presiden Prabowo, acara tersebut menunjukkan harmoni antara pemimpin negara dan menteri baru dalam menghadapi tantangan yang ada, serta memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup.





