BGN Umumkan Penutupan Permanen 950 Dapur MBG di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan temuan terkait 950 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terindikasi tidak memenuhi standar higienis dan sanitasi. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Kepala BGN Sudaryono di Kantor Pusat BGN, Kebonsirih, Jakarta Pusat.
“Kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higienis. Akan kami umumkan kemudian hari dan yang pasti kami tutup permanen karena tidak layak,” kata Sudaryono.
Menurutnya, standar laik higienis dan sanitasi adalah syarat utama yang tidak bisa ditawar, karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan. “SLHS ini bukan syarat administrasi tapi mutlak. Manakala dapur itu tidak layak secara higienis dan sanitasi, maka harus kami suspend permanen,” tegas Sudaryono.
BGN memberikan tenggat waktu hingga 10 Agustus bagi dapur yang telah beroperasi namun belum mengantongi sertifikat SLHS untuk segera mengurusnya melalui dinas kesehatan setempat.
Sudaryono mengakui adanya keluhan dari beberapa mitra terkait lambatnya proses penerbitan sertifikat di daerah tertentu. “Kami memahami ada daerah yang respons dinas kesehatannya berbeda-beda. Silakan laporkan kepada kami agar bisa kami tindak lanjuti,” imbuhnya.
Meskipun memberikan kesempatan untuk melengkapi persyaratan, Sudaryono menegaskan bahwa BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap dapur yang terbukti tidak memenuhi standar. “Yang tidak layak sanitasi dan higienis pasti kami tutup secara permanen. Ini menyangkut keamanan, kesehatan, dan nyawa para penerima manfaat MBG,” pungkasnya.





