Politik

Kepemimpinan TNI Kembali Diserahkan ke Matra Laut

Jakarta, Maret.id — Penunjukan Laksamana Muhammad Ali sebagai Panglima TNI dinilai akan mengembalikan keseimbangan antarmatra dalam regenerasi kepemimpinan TNI.

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting menyatakan, “Jika ditarik sejak era Marsekal Hadi Tjahjanto, distribusi kepemimpinan antarmatra menunjukkan ketimpangan,” kata Ginting.

Marsekal Hadi Tjahjanto, yang berasal dari Angkatan Udara, menjabat selama sekitar empat tahun dari 2017 hingga 2021. Jenderal Andika Perkasa, penggantinya dari Angkatan Darat, hanya memimpin selama satu tahun.

Setelah itu, Laksamana Yudo Margono dari Angkatan Laut juga hanya menjabat sekitar satu tahun. Sekarang, Jenderal Agus Subiyanto dari Angkatan Darat telah memimpin hampir tiga tahun.

Dalam rentang waktu tersebut, Angkatan Udara memperoleh sekitar empat tahun kepemimpinan, Angkatan Darat sekitar empat tahun, dan Angkatan Laut hanya satu tahun. Ginting menambahkan, “Dari sisi keseimbangan organisasi, terdapat alasan yang cukup kuat agar giliran kepemimpinan kembali diberikan kepada matra laut.”

Keseimbangan ini penting untuk menjaga rasa memiliki seluruh matra terhadap institusi TNI. Soliditas organisasi diperkuat bukan hanya melalui doktrin dan latihan, tetapi juga melalui persepsi bahwa setiap matra memperoleh kesempatan yang adil untuk memimpin.

Namun, beberapa kalangan berpendapat bahwa Presiden Prabowo Subianto mungkin lebih nyaman dipimpin oleh Panglima dari Angkatan Darat, mengingat latar belakangnya sebagai prajurit Angkatan Darat lulusan Akmil 1974. Ginting mengatakan, “Pertimbangan itu sah sebagai hak prerogatif Presiden.”

Di sisi lain, memilih Panglima dari Angkatan Laut dapat menjadi pesan politik bahwa Presiden Prabowo berdiri di atas seluruh matra secara setara. Ginting mengingatkan, “Apabila pada 2027 atau 2028 Presiden Prabowo kembali menghendaki Panglima dari Angkatan Darat menjelang Pemilu 2029, kesempatan itu masih terbuka.”

“Karena itu, momentum sekarang merupakan waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan kepada Angkatan Laut,” pungkas Ginting.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button