Ekonomi Indonesia Butuh Perubahan Kebijakan untuk Tumbuh 7

Jakarta, Maret.id — Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7-8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dipandang sulit tercapai tanpa adanya perubahan signifikan dalam kebijakan ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini.
“Tanpa perubahan kebijakan, maka janji kampanye sulit untuk bisa diwujudkan,” ujar Didik. Menurutnya, evaluasi terhadap kebijakan ekonomi yang telah diterapkan pemerintah saat ini sangat penting dilakukan.
Didik menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terlalu bergantung pada pasar domestik dan konsumsi masyarakat. “Untuk menuju pertumbuhan 7-8 persen seperti Vietnam, perubahan orientasi kebijakan ekonomi dari inward looking menjadi outward looking mutlak harus dilakukan,” tutur Didik.
Ia menyebutkan bahwa jika pola konsumsi saat ini dipertahankan, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung akan stagnan di level moderat. “Jika tidak dan hanya mengandalkan sumber daya dan pasar dalam negeri, maka tidak harus puas dengan tingkat pertumbuhan moderat 5 persen atau bahkan di bawahnya,” tegasnya.
Dengan latar belakang ini, pertanyaan besar tetap mengemuka mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil pemerintahan Prabowo untuk menciptakan iklim ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan.





