Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester ke Poktan Ngawi DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Ngawi, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional di Indonesia, baru-baru ini menerima dukungan tambahan untuk sektor pertaniannya. Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan membantu petani menghadapi tantangan, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi langkah strategis yang diambil.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir Budi Sulistyono Kanang, telah menyerahkan tiga unit mesin pemanen padi atau combine harvester kepada tiga kelompok tani di Ngawi. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kecamatan Kwadungan pada Selasa (11/8/2026) dan diterima langsung oleh ketua masing-masing kelompok tani.
Kanang menegaskan pentingnya keberadaan mesin modern ini, terutama di tengah kesulitan mencari tenaga kerja di sektor pertanian. “Penggunaan combine harvester dapat membantu mempercepat proses panen, terutama saat musim panen raya berlangsung,” tuturnya.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga kerja menjadi permasalahan yang harus diatasi. “Ketika musim panen tiba secara bersamaan, proses panen dapat berlangsung lebih lama dari waktu ideal,” imbuh Kanang.
Lebih lanjut, Kanang mengingatkan bahwa keterlambatan panen bisa berakibat pada meningkatnya risiko kehilangan hasil. Gabah yang terlalu lama dibiarkan di sawah berpotensi mengalami kerontokan serta penyusutan bobot.
Maka dari itu, bantuan alsintan diharapkan tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kelompok tani. “Kami ingin memberikan manfaat kepada masyarakat. Kalau memang bisa dibantu, ya tentu saja akan dibantu,” tegasnya.
Dalam penyerahan tersebut, Kanang juga berpesan agar alat tersebut dikelola dengan baik oleh kelompok tani. Menurutnya, combine harvester harus dirawat dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. “Saya harap ini menjadi punya kelompok, bisa dirawat dengan baik, sehingga hasilnya bisa untuk kesejahteraan anggota,” tambahnya.
Tiga kelompok tani yang menerima bantuan adalah Kelompok Tani Ingasrejo 1, Sri Makmur, dan Sri Agung, yang masing-masing menggarap lahan sawah padi. Ketua Kelompok Tani Sri Makmur, Joko Purnomo, menyatakan bahwa ini adalah kali pertama kelompoknya menerima bantuan alsintan.
“Semoga dengan bantuan ini dapat membantu kami dalam proses panen dan memberikan nilai tambah bagi anggota kami,” tandasnya.





